Kadin: Keamanan Siber dan AI Jadi Prioritas Dunia Usaha di Era Digital

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan pentingnya kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi ancaman siber dan risiko kecerdasan buatan (AI) yang kian kompleks. Hal ini disampaikan dalam seminar bertajuk “Digital Defense: Waspada Siber, Lindungi Usaha” yang digelar di Menara Kadin Indonesia, Jakarta Selatan.
Acara ini diprakarsai oleh Wakil Ketua Umum (WKU) Bidang Komunikasi dan Digital Kadin Indonesia, Clarissa Tanoesoedibjo, dan menghadirkan berbagai pembicara dari sektor publik dan swasta.
Mereka di antaranya Ketua Komite Tetap Bidang Pengembangan Infrastruktur Digital Rio Anugrah, Wakil Ketua Komite Tetap Penerapan AI dan Perlindungan Data Pribadi Eryk Budi Pratama, Deputi Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas, serta CEO Cybermate Rifky Reinaldo.
Baca Juga: Kadin Gandeng Pemkab Parigi Moutong Buka 100 Ribu Hektare Lahan Pertanian Durian
Dalam sambutannya, Clarissa menekankan bahwa keamanan siber kini bukan lagi isu teknis semata, melainkan menjadi bagian krusial dalam strategi keberlanjutan bisnis di era digital. Ia menilai kesiapan pelaku usaha menghadapi ancaman digital harus menjadi prioritas, seiring meningkatnya insiden peretasan dan penyalahgunaan teknologi.
“Seminar ini mencerminkan komitmen Kadin Indonesia untuk terus mendorong pelaku usaha agar lebih siap menghadapi tantangan siber yang semakin kompleks,” ujar Clarissa dalam keterangan yang diterima di Jakarta,Sabtu (19/7/2025).
Dirinya juga menambahkan, kerja sama lintas sektor, termasuk dengan lembaga seperti Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta komunitas praktisi keamanan digital, menjadi kunci untuk membangun kesadaran dan ketahanan digital dunia usaha.
Ketua Komite Tetap Infrastruktur Digital Kadin Indonesia, Rio Anugrah, turut mengingatkan bahwa serangan siber kini jauh lebih canggih. Ia mencontohkan pengalaman menghadapi serangan brute force terhadap sistem OTP (One-Time Password) yang awalnya tampak sepele, namun berpotensi membahayakan jika diabaikan.
“Ancaman siber sekarang luar biasa. Bahkan hal-hal kecil bisa berdampak besar jika kita tidak waspada,” kata Rio.
Baca Juga: Kadin Apresiasi Tarif 19 Persen, Optimis Ekspor Tembus USD80 Miliar
Rio juga menyoroti peran AI yang bersifat paradoks: membantu efisiensi operasional, namun juga bisa digunakan oleh peretas untuk melakukan serangan yang lebih rumit.
Senada dengan Rio, Eryk Budi Pratama dari Komite Penerapan AI Kadin menekankan bahwa teknologi AI kini mulai digunakan sebagai alat serangan digital, bukan hanya pertahanan. Ia menekankan bahwa untuk melawan AI, dunia usaha juga harus menggunakan AI secara bijak dan etis.
“Faktor manusia tetap menjadi lapisan pertama pertahanan siber. Etika dan kontrol manusia dalam mengelola AI adalah krusial untuk mencegah penyalahgunaan,” tutur Eryk.
Eryk juga menambahkan bahwa pengujian sistem AI untuk menghindari bias, halusinasi data, serta kepatuhan terhadap Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) adalah fondasi dalam menciptakan sistem yang aman dan bertanggung jawab.
Dari sisi pemerintah, Deputi BSSN Slamet Aji Pamungkas menyambut baik inisiatif Kadin Indonesia. Ia menyebut kegiatan ini sejalan dengan agenda nasional dalam percepatan transformasi digital, yang memang harus dibarengi dengan upaya perlindungan keamanan siber secara menyeluruh.
“Saya berharap ini menjadi awal dari kolaborasi jangka panjang antara BSSN dan Kadin, khususnya dalam menjaga ekosistem ekonomi digital Indonesia dari gangguan siber,” ujar Slamet.
Sementara itu, CEO Cybermate Rifky Reinaldo menekankan pendekatan human-centric dalam menghadapi ancaman digital. Menurutnya, sebagian besar kasus pelanggaran siber masih disebabkan oleh kelengahan manusia.
“Kasus deep fake, pemalsuan suara, phishing, hingga pencurian identitas biasanya bermula dari human error. Maka dari itu, fokus kami di Cybermate adalah membangun kesadaran dan literasi digital individu,” tandas Rifky.
Melalui seminar ini, Kadin Indonesia menegaskan bahwa keamanan digital tidak dapat dipisahkan dari masa depan dunia usaha. Dengan semakin maraknya serangan siber dan penyalahgunaan teknologi AI, pelaku usaha didorong untuk segera mengambil langkah nyata dalam memperkuat sistem dan kapasitas pertahanan digital mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










