Akurat

PIS Perkuat Manajemen Risiko demi Jaga Keberlanjutan Operasional

Dedi Hidayat | 11 Desember 2025, 12:50 WIB
PIS Perkuat Manajemen Risiko demi Jaga Keberlanjutan Operasional

AKURAT.CO Manajemen risiko menjadi elemen yang sangat penting untuk menjaga kelancaran dan keberlanjutan bisnis di perusahaan yang bergerak di sektor pengangkutan dan logistik energi seperti PT Pertamina International Shipping (PIS).

Dalam menghadapi tantangan risiko yang semakin kompleks, PIS telah mengadopsi berbagai strategi berbasis identifikasi dan penilaian risiko untuk semua proses bisnis baik dari sisi operasional dan proyek investasi.

VP Risk Strategy & Governance PIS, Nico Dhamora mengungkapkan bahwa, PIS telah melakukan transformasi manajemen risiko dari fungsi pendukung menjadi penggerak strategis melalui penguatan tata kelola, Structural Oversight, Business Continuity, Technology & Digitalization, dan Risk Culture.

Baca Juga: Hadapi Risiko Geopolitik hingga Siber, PIS Siapkan Strategi Ini

“Oleh karena itu, diperlukan budaya organisasi yang memastikan bahwa setiap fungsi secara proaktif berperan dalam rangka pencegahan dan penanganan insiden secara cepat, tepat, dan terstruktur," kata Nico dalam E2S Energy Update 2026 bertajuk Anticipating Business Risk Secure Growth in the Energy and Mineral Resources Sector dikutip, Kamis (11/12/2025).

Manajemen risiko yang sudah dilakukan PIS juga makin diakui berbagai pihak. Salah satunya ditunjukkan dengan diberikannya penghargaan E2S Award untuk kategori Best Risk Management for Marine Logistics. PIS meraih penghargaan ini karena dinilai telah menempatkan manajemen risiko sebagai komponen utama yang dijalankan dalam roda bisnis operasional perusahaan.

Manajemen risiko tidak hanya melibatkan upaya internal perusahaan, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak eksternal.

PIS terus berkomunikasi dengan regulator, pemangku kepentingan, pemasok, dan klien untuk memastikan bahwa setiap tahap operasional memenuhi standar yang telah ditetapkan baik nasional maupun Internasional.

"Fungsi manajemen risiko harus secara proaktif membangun koordinasi dan komunikasi dua arah dengan seluruh pemangku kepentingan. Efisiensi, baik dalam aspek operasional maupun proyek investasi, hanya dapat dicapai apabila terdapat kolaborasi yang solid dan komunikasi yang efektif,” ungkap Nico.

Baca Juga: PIS Salurkan Bantuan Korban Bencana Aceh-Sumut-Sumbar Lewat Program Pertamina Peduli

Lebih lanjut, dia menuturkan manajemen risiko berperan secara strategis untuk mengawal capaian target-target Perusahaan dengan pengelolaan risiko secara komprehensif.

“Kita harus memastikan bahwa seluruh risk event telah diidentifikasi dengan jelas sehingga tidak menimbulkan loss atau kerugian baik dari aspek safety, bisnis, dan reputasi. Selain itu, penting untuk memastikan bahwa proses bisnis yang dijalankan tidak menciptakan risiko baru bagi organisasi," tambah Nico.

Pemerintah menilai perusahaan di sektor energi di Indonesia sudah semakin concern untuk mengedepankan tata kelola manajemen risiko dalam pengembangan bisnisnya.

Muhammad Jilanisaf Rizwi Hisjam, Sekretaris Jendral Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan bahwa penerapan manajemen risiko hal serius.

"Pentingnya mitigasi yang dapat membahayakan operasi di bidang energi kemajuan di bidang Sistem Informasi sejalan dengan munculnya resiko-resiko baru di sektor energi," kata Rizwi.

Energy and Mining Editor Society (E2S) menilai di tengah gejolak internal dan eksternal, PIS dalam satu tahun ini telah berhasil menerapkan manajemen risiko sehingga operasional dan bisnis perusahaan dapat berkelanjutan.

“Kami berharap apresiasi ini dapat mendorong PIS untuk terus berkiprah di bisnis marine logistics yang pertumbuhannya sangat menjanjikan,” ungkap Lili Hermawan, Ketua Panitia E2S Energy Update 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.