Akurat

Sambangi UGM, Mendag Ajak Mahasiswa Majukan UMKM

Hefriday | 21 Juni 2025, 19:31 WIB
Sambangi UGM, Mendag Ajak Mahasiswa Majukan UMKM

AKURAT.CO Menteri Perdagangan RI Budi Santoso mengajak mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengambil peran aktif sebagai penggerak ekonomi lokal melalui pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ajakan tersebut disampaikan dalam Upacara Pengarahan dan Penerjunan Mahasiswa KKN-PPM UGM Periode II Tahun 2025 yang digelar di kampus UGM, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (20/6/2025).

Menurut Mendag Budi Santoso, mahasiswa bukan hanya agen perubahan dalam bidang akademik, tetapi juga dapat menjadi enabler bagi pelaku UMKM untuk naik kelas, bahkan menembus pasar ekspor.

Salah satu caranya adalah dengan terlibat dalam program “UMKM BISA Ekspor” yang diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Nanti ketika turun ke desa, adik-adik dapat mengidentifikasi desa-desa mana saja yang siap ekspor. Cari UMKM yang berpotensi, lalu informasikan kepada kami agar bisa kami bantu mencarikan pembelinya,” tutur Mendag Busan dalam keterangannya, Sabtu (21/6/2025).

Baca Juga: Mendag Apresiasi Pertamina Patra Niaga Atas Penerapan BDKT di SPBE

Mendag Busan meyakini bahwa fleksibilitas, kreativitas, dan semangat perubahan yang dimiliki generasi muda sangat cocok untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kehadiran mahasiswa dalam program KKN bukan hanya sekadar pelengkap, tetapi harus diberi ruang lebih untuk berkontribusi secara nyata terhadap transformasi ekonomi di desa.

Dalam konteks UMKM, mahasiswa dapat berfungsi sebagai pendamping yang menjembatani pelaku usaha lokal dengan peluang pasar global.

Melalui program UMKM BISA Ekspor, Kemendag menyediakan fasilitas penting seperti business matching, pelatihan ekspor, hingga dukungan pitching kepada buyer melalui jaringan perwakilan dagang Indonesia yang tersebar di 33 negara.

“Perwakilan dagang kita siap memfasilitasi pitching UMKM. Mahasiswa bisa bantu kurasi UMKM yang potensial dan jadi katalisator perubahan,” ujar Mendag Busan.

Kegiatan KKN-PPM UGM tahun ini tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik atau penyuluhan sosial, tetapi diarahkan pada program-program strategis nasional.

Mendag menyebutkan, kolaborasi antara Kemendag dan UGM dalam program KKN 2025 mencakup tiga tema besar yakni Onboarding UMKM, Digitalisasi Warung dan Toko Kelontong, serta Revitalisasi Nonfisik Pasar Rakyat melalui Gerakan Penggerak Muda Pasar Rakyat (PMRP).

Sebanyak 8.038 mahasiswa UGM akan diterjunkan ke 122 kabupaten/kota yang tersebar di 35 dari 38 provinsi di Indonesia. Penerjunan ini menjadi langkah konkret dari sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam membangun ekonomi dari akar rumput.

“Kehadiran mahasiswa bukan hanya sebagai tenaga bantuan, tetapi sebagai bagian dari transformasi masyarakat yang tangguh dan adaptif,” kata Mendag Busan.

Selain fokus pada UMKM, Mendag Budi Santoso juga mengajak mahasiswa untuk terlibat aktif dalam revitalisasi pasar rakyat dan toko kelontong sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Ia menegaskan, pasar rakyat harus diberdayakan secara nonfisik agar mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk digitalisasi sistem pembayaran, distribusi, dan promosi.

“Pasar rakyat tidak boleh ditinggalkan. Justru harus diperkuat oleh generasi muda agar menjadi pusat ekonomi lokal yang modern dan berdaya saing,” ujarnya.

Melalui Gerakan PMRP, mahasiswa didorong untuk menjadi inisiator perubahan di pasar-pasar tradisional dengan pendekatan teknologi dan pemikiran segar khas generasi muda.

Kemendag sendiri telah menyiapkan sejumlah program pembinaan dan pendampingan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Rektor UGM, Prof. Ova Emilia, menyampaikan apresiasinya terhadap keterlibatan Kemendag dalam mendukung pelaksanaan KKN-PPM 2025.

Menurutnya, kontribusi Kemendag sangat membantu universitas dalam menghadirkan kegiatan pengabdian masyarakat yang relevan dengan tantangan zaman.

“Kami meyakini, mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan akan menjadikan KKN sebagai pengalaman berharga sekaligus bentuk kontribusi bagi kemajuan sektor perdagangan dan pemberdayaan ekonomi lokal,” ucap Ova.

Senada dengan hal tersebut, salah satu mahasiswa peserta KKN, Najwa Tifanna, menyatakan semangatnya untuk terlibat langsung dalam membina UMKM di daerah.

Ia mengaku optimistis bahwa peran mahasiswa akan sangat berarti dalam mendorong UMKM agar siap ekspor.

“Kami berharap, kerja sama Kemendag dan UGM ini menjadi langkah awal memperluas kontribusi generasi muda dalam pembangunan ekonomi nasional,” tutur Najwa.

Kementerian Perdagangan menilai, keterlibatan mahasiswa dalam program KKN merupakan strategi yang efektif untuk mempercepat transformasi digital perdagangan.

Mahasiswa bisa mengedukasi pelaku UMKM soal pemanfaatan teknologi, strategi branding, dan penggunaan media sosial untuk pemasaran produk.

Kemendag juga menyampaikan bahwa banyak UMKM di desa yang memiliki potensi besar, namun belum memiliki akses informasi atau jaringan pasar.

Di sinilah peran mahasiswa menjadi krusial sebagai jembatan antara potensi lokal dengan peluang global.

Mendag Busan menegaskan bahwa program KKN-PPM bukan hanya kegiatan akademik, tetapi juga wadah strategis membentuk mahasiswa sebagai agen perubahan ekonomi.

Ke depan, diharapkan lebih banyak perguruan tinggi terlibat dalam kolaborasi serupa dengan Kemendag untuk memberdayakan pelaku usaha lokal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa