Akurat

INALUM Catat Lonjakan Produksi Aluminium dan Pendapatan Sepanjang 2024

Camelia Rosa | 17 Juni 2025, 16:10 WIB
INALUM Catat Lonjakan Produksi Aluminium dan Pendapatan Sepanjang 2024

AKURAT.CO PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), anggota Holding BUMN Pertambangan MIND ID, mencatatkan produksi aluminium sebesar 274.230 ton sepanjang 2024. Realisasi ini naik 27,61% dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain produksi aluminium, volume penjualan perusahaan juga tercatat tumbuh 25,55% menjadi 276.381 ton.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita mengungkapkan, capaian kinerja tersebut mencerminkan kinerja operasional yang semakin efisien dan daya saing yang meningkat di tengah fluktuasi harga komoditas global.

"Kinerja ini menjadi pijakan penting dalam memperkuat posisi INALUM sebagai pemain utama hilirisasi aluminium nasional. Kami terus fokus menjaga produktivitas sekaligus membangun fondasi bisnis yang berkelanjutan," jelas Melati, dikutip Selasa (17/7/2025).

Baca Juga: Melati Sarnita Diangkat Jadi Dirut Baru Inalum

Melati menyebutkan, dari sisi keuangan, INALUM membukukan pendapatan sebesar USD716,9 juta dengan EBITDA mencapai USD179,2 juta dan laba bersih USD123,7 juta. Total aset perusahaan tercatat sebesar USD2,47 miliar, menunjukkan kekuatan finansial yang solid sebagai modal ekspansi ke depan.

Kinerja tersebut, lanjut Melati, didukung tata kelola perusahaan yang kuat. Capaian KPI Direksi sebesar 90,17% dan kehadiran Dewan Komisaris 100% menegaskan komitmen terhadap akuntabilitas.

"INALUM juga meraih skor ACGS sebesar 81,01%, melampaui standar minimum penilaian," imbuhnya.

Melati menambahkan, kontribusi perusahaan kepada negara juga terus ditingkatkan. Diungkapkannya, INALUM menyetor pajak dan kewajiban nonpajak sebesar USD70,9 juta, serta merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) senilai Rp28,09 miliar. Nilai Social Return on Investment (SROI) dari program tersebut mencapai 1:8, mencakup bidang sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Baca Juga: Proyek SGAR Inalum Mulai Masuk Fase ll

Ia menuturkan, dalam mendukung target emisi nasional, INALUM berhasil menurunkan emisi karbon hingga 73.364 ton CO₂ ekuivalen dan menanam 200.000 pohon di sekitar wilayah operasional.

"Atas upaya ini, INALUM meraih PROPER EMAS untuk unit Smelter Kuala Tanjung, dan PROPER HIJAU untuk unit PLTA dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI," lanjutnya.

Melati menekankan, INALUM saat ini fokus mempercepat hilirisasi melalui proyek strategis Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek ini diharapkan memperkuat rantai pasok aluminium nasional dan mengurangi ketergantungan impor bahan baku.

"Dengan dukungan pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan, INALUM optimistis menjadi penggerak utama industri aluminium nasional yang tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing global," pungkas Melati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.