Akurat

Juni 2025, Indonesia Bangun Pabrik Baterai EV Pertama Terintegrasi Dunia

Camelia Rosa | 3 Juni 2025, 19:35 WIB
Juni 2025, Indonesia Bangun Pabrik Baterai EV Pertama Terintegrasi Dunia

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik atau electric vehicle di Halmahera Timur akan dilakukan pekan ketiga Juni 2025.

"Kita bulan Juni besok kita akan bikin groundbreaking pertama, investasi sekitar USD6-7 miliar," jelasnya dalam acara Pembukaan Human Capital Summit 2025 yang digelar di Jakarta Convention Center, Selasa (3/6/2025).

Dijelaskan Bahlil, pabrik tersebut akan menjadi ekosistem baterai mobil pertama di dunia yang terintegrasi dari hulu ke hilir.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Resmi Jadi Anggota Kehormatan Kosgoro 1957

"Ekosistem baterai mobil pertama di dunia dari hulu ke hilir, dari tambang, mining, smelter, H-PAL, prokursor, katoda, baterai sel. Itu belum pernah ada," urainya.

Bahkan, Bahlil menyebutkan bahwa beberapa negara Uni Eropa telah melobi pemerintah Indonesia agar pabrik baterai sel dari ekosistem tersebut dapat dibandung di dekat pabrik kendaraan listriknya.

"Ya aku bilang kalau begitu begini caranya, silahkan kalian bangun baterai sel, tetapi prokursor katoda di negara kami, tetap di kami, kami kirim ke kalian. Supaya ada win-win gitu loh. Win-win itu fair, berdiri sama tinggi, duduk sama rendah, bukan 70-30. Bukan disana enak, disini menderita, tidak bisa begitu," pungkasnya.

Baca Juga: Tak Ada Munaslub, Golkar Solid di Bawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia

Sebelumnya, Bahlil juga pernah mengatakan bahwa groundbreaking proyek baterai listrik yang digarap oleh Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) akan dilakukan dalam waktu dekat.

"Juni kita melakukan groundbreakinguntuk ekosistem baterai mobil CATL yang kerja sama dengan BUMN. Setelah itu kita akan masuk pada tahap berikutnya lagi," jelasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.