Akurat

RI Kecanduan Impor BBM dari Singapura, Bahlil: Lucu

Camelia Rosa | 27 Mei 2025, 20:50 WIB
RI Kecanduan Impor BBM dari Singapura, Bahlil: Lucu

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti kebijakan impor bahan bakar minyak (BBM) dari Singapura.

Menurutnya, hal itu merupakan sesuatu yang lucu karena sejatinya negara tetangga tersebut tidak memiliki sumber daya minyak. 

"Kita impor minyak, BBM, dari negara yang nggak ada minyaknya. Kan lucu ini dunia ini," jelasnya di Jakarta, Senin (26/5/2025). 
 
Apalagi menurutnya, impor yang dilakukan Indonesia dari Singapura ini sama dengan BBM yang diimpor dari Timur Tengah. Padahal, letak geografis Timur Tengah sangat jauh dari Indonesia.
 
Ia pun beranggapan, lebih baik ditertawakan negara Timur Tengah yang merupakan penghasil minyak dunia, dibandingkan ditertawakan Singapura yang tidak memiliki sumber minyak.
 
"Daripada begitu saya putuskan saja, enggak usah impor di sana. Impor aja di Middle East, Middle East ketawain kita masih jauh lebih berharga daripada Singapura ketawain kita, karena mereka enggak punya minyak," tegasnya. 
 
 
Oleh karena itu, Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah akan mengalihkan impor BBM dari SIngapura tersebut ke negara lain. Namun pengalihan ini akan dilakukan secara bertahap.
 
"Salah satu di antara yang saya harus alihkan impor adalah kuota impor kita yang dari Singapura. Total impor BBM kita 50 persen kan kita ambil dari Singapura. Ini yang kita mau perlahan-lahan kita arahkan ke negara lain," jelasnya.
 
Namun demikian, ketika ditanya mengenai kapan realisasi pengalihan impor BBM itu dimulai, Bahlil belum mau merincikannya lebih detail. 
 
"Bulannya jangan dulu saya ngomong ya. Tapi akan tidak (dalam) waktu lama lagi," singkatnya. 
 
Selain aktif melakukan impor BBM dan minyak, lanjut Bahlil, pemerintah juga bergerak aktif mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) muntuk meningkatkan lifting minyak dalam negeri.
 
Bahlil juga mendorong KKKS untuk menggunakan teknologi-teknologi anyar seperti Enhanced Oil Recovery (EOR). Di sisi lain, Indonesia juga memiliki 60 wilayah kerja minyak dan gas yang akan ditenderkan dalam waktu dekat.
 
"Arahan presiden kepada kami pada 2029-2030 kita harus mencapai 900.000 sampai 1 juta bopd. Ini kita harus mampu wujudkan kalau kita masih punya malu," tukas Bahlil.

By Design

Menurut Bahlil, ada unsur kesengajaan agar lifting minyak Indonesia tetap turun dan bergantung pada Singapura sebagai salah satu negara penyuplai BBM. Tujuannya agar Indonesia terus melakukan impor minyak.

Ia mengatakan Indonesia pernah menjadi salah satu negara yang disegani di dunia, karena menjadi salah satu yang menginisiasi lahirnya Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC).
 
Pasalnya pada tahun 1996-1997, lifting minyak Indonesia mencapai 1,5 juta sampai 1,6 juta barel oil per day. Sedangkan konsumsi minyak Indonesia hanya sekitar 500.000 barel oil per day, di mana Indonesia dapat mengekspor minyak hingga 1 juta barel oil per day.

"Hebat sekali waktu itu negara kita dan pendapatan negara kita, 40-48 persen itu hasil daripada migas. Waktu muncul krisis ekonomi 1998, dan memang menurut saya negara-negara yang di luar Indonesia itu merasa khawatir betul dan tidak nyaman kalau kemudian Indonesia menjadi salah satu negara yang hebat. Dulu pernah didengungkan waktu saya masih kuliah, itu seperti macan Asia," beber Bahlil dalam kesempatan yang sama.

Dari krisis ekonomi di tahun 1998 tersebut, Bahlil mengatakan adanya perubahan fundamental regulasi termasuk dalamnya soal migas. Perubahan tersebut memberikan dampak melemahnya sistem migas Indonesia yang dapat dirasakan saat ini.

Ia menyebutkan pada 2024 lifting minyak Indonesia hanya mencapai 580 ribu barel oil per day, dengan konsumsi minyak mencapai 1,6 juta barel oil per day.

"Jadi posisi tahun 1996-1997 itu berbanding terbalik dengan kondisi sekarang ini. Pertanyaan berikut adalah, apa dengan penurunan lifting itu? Apakah memang kita sudah tidak punya sumber daya alam? Atau masih ada? Atau disengaja diturunkan agar impor terus? Bapak-Ibu semua, saya jujur mengatakan demi Allah. Menurut saya, ini ada unsur kesengajaan by desain," ujarnya.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.