Akurat Logo

Ekspor Listrik RI ke Singapura Temui Titik Terang, Bahlil: Tak Lama Lagi

Camelia Rosa | 27 Mei 2025, 17:34 WIB
Ekspor Listrik RI ke Singapura Temui Titik Terang, Bahlil: Tak Lama Lagi

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa negosiasi mengenai ekspor listrik bersih ke Singapura sudah mulai menemukan titik terang.

Awalnya, Bahlil mengungkapkan bahwa, dalam menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga maka sudah sepantasnya dan sewajarnya untuk saling membantu satu sama lain.

Dijelaskannya, alasan belum direalisasikan ekspor listrik lantaran belum adanya kepastian apa keuntungan yang akan didapatkan RI dari negara lain.

Namun demikian, Bahlil menekankan bahwa proses kesepakatan ekspor listrik bersih ke Singapura saat ini sudah memiliki kemajuan.

Katanya, Kementerian ESDM tengah melakukan negosiasi dengan pihak Singapura, termasuk soal keuntungan masing-masing negara jika ekspor listrik ini dilakukan.

"Dalam waktu cepat, tidak lama lagi sudah mulai ada tanda-tanda cahaya untuk kesepakatan sudah mulai ada," jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (26/5/2025).

Baca Juga: Bahlil Beberkan Alasan Masih Enggan Ekspor Listrik ke Singapura

"Sekarang sudah sama-sama mulai insyaf (sadar). Kita sadar, mereka sadar. Sudah sama-sama baik," lanjutnya.

Bahlil menekankan ekspor listrik ini bukan hanya urusan bisnis antarpelaku usaha, namun juga mencerminkan kerja sama antarnegara.

"Ini urusan negara. Jadi kalau negara lain mau berbagi dengan kita, ya tuangkan perjanjiannya. Apa yang kamu kasih. Kalau dia sudah oke, kita sudah anggap bijak, ya kita kasih," tegasnya.

Bahlil juga menyinggung pentingnya menjaga kedaulatan dalam kerja sama luar negeri. Ia merujuk pada arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan urusan dalam negeri tidak boleh diintervensi pihak asing.

"Kita juga enggak boleh ego, tapi kita juga jangan bodoh. Masa karena mentang-mentang kita punya sumber daya terus dia mau, sementara bagian dia punya kemampuan lebih tidak mau kasih ke kita. Berarti enak di lu, enggak enak di gue dong," tukasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.