Tegas Dukung Impor Migas dari AS, Bahlil ke Pertamina: Enggak Ada Alasan
Camelia Rosa | 24 Mei 2025, 18:44 WIB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menekankan bahwa penambahan volume impor minyak dan gas (migas) dari Amerika Serikat (AS) harus tetap berlanjut.
Ia bahkan menegaskan, tidak ada lagi alasan bagi PT Pertamina (Persero) tidak mengimpor migas dari "negeri Paman Sam" meskipun jarak pengirimannya jauh.
Bahlil menuturkan hal itu lantaran selama ini sekitar 50% impor LPG Indonesia berasal dari AS. Maka dari itu, meskipun jarak pengirimannya jauh tetap memungkinkan untuk membeli produk migas dari negara tersebut.
"Enggak ada alasan, toh LPG kita juga kan kita impor dari Amerika. 59 persen dari total LPG kita konsumsi nasional, dari total impor LPG nasional, 50% lebih itu kan dari Amerika. Eggak ada soal," jelasnya ketika ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (23/5/2025).
Penegasan Bahlil inipun merespon pernyataan Direktur Utama (Dirut) Pertamina, Simon Aloysius Mantiri yang sebelumnya mengatakan bahwa pengalihan impor migas dari negara lain ke AS akan menghadapi berbagai tantangan teknis dan risiko.
"Risiko utama adalah dari sisi jarak dan waktu pengiriman dari Amerika Serikat yang jauh lebih panjang yaitu sekitar 40 hari dibandingkan sumber pasokan dari Timur Tengah ataupun negara Asia," jelas Simon dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Kamis (22/5/2025).
Selain itu, apabila terjadi kendala faktor cuaca, seperti badai ataupun kabut, akan berdampak langsung pada ketahanan stok nasional.
Simon menambahkan, pihaknya tengah mengkaji secara komprehensif aspek teknis, komersial dan risiko operasional untuk memastikan bahwa skenario peningkatan pasokan migas dari AS dapat dilakukan secara efektif.
Dalam kesempatan ini, Simon juga meminta adanya dukungan pemerintah berupa payung hukum, baik melalui peraturan presiden maupun peraturan menteri, sebagai dasar pelaksanaan kerja sama suplai energi bagi Pertamina.
"Komitmen kerjasama secara G2G antara pemerintah Indonesia dan pemerintah AS akan memberikan kepastian politik dan regulasi, dan selanjutnya dapat diturunkan ke dalam bentuk kerja sama business to business di level teknis dan operasional antar perusahaan," jelas Simon.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








