Akurat

Harga CPO di Bursa Malaysia Kembali Turun Tertekan Pasar Minyak Kedelai

Hefriday | 17 Mei 2025, 11:45 WIB
Harga CPO di Bursa Malaysia Kembali Turun Tertekan Pasar Minyak Kedelai

AKURAT.CO Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) kembali mencatatkan penurunan pada perdagangan, Jumat (16/5/2025). Pelemahan ini menjadi yang kedua secara beruntun, didorong oleh sentimen negatif dari pasar minyak kedelai yang menjadi pesaing utama CPO di pasar global.

Berdasarkan data resmi BMD, kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2025 ditutup turun sebesar RM (ringgit Malaysia)33 ke level RM3.839 per ton. Sementara itu, kontrak untuk Juli 2025 juga mengalami koreksi lebih dalam, turun RM40 menjadi RM3.828 per ton.

Pelemahan harga tidak berhenti di situ. Kontrak Agustus 2025 mencatat penurunan sebesar 41 RM dan ditutup pada level 3.815 RM per ton. Adapun kontrak September 2025 tergerus 44 RM menjadi 3.808 RM per ton, sedangkan kontrak Oktober 2025 bahkan longsor 46 RM ke posisi 3.809 RM per ton.

Kontrak pengiriman November 2025 pun tak luput dari tekanan. Harga komoditas ini turun 42 RM dan ditutup di 3.818 RM per ton. Tren pelemahan ini menjadi sinyal bahwa pasar sedang merespons tekanan global, terutama yang berkaitan dengan komoditas minyak nabati lainnya.

Baca Juga: Bahlil: Konflik India-Pakistan Berpotensi Ganggu Ekspor Batu Bara dan CPO Indonesia

Dikutip dari laman Investor, Sabtu (17/5/2025), analis dan trader minyak sawit, David Ng, menyebutkan bahwa penurunan harga minyak kedelai global turut menjadi beban utama bagi harga CPO.

"Sentimen negatif di pasar minyak kedelai, khususnya akibat ekspektasi penurunan mandat biodiesel untuk tahun 2026, menekan harga CPO hari ini," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, minyak kedelai merupakan salah satu substitusi utama minyak sawit di pasar internasional. Ketika harga minyak kedelai melemah, daya saing minyak sawit juga terdampak, terutama dalam industri pangan dan energi berbasis nabati seperti biodiesel.

Ng juga menjelaskan bahwa harga CPO saat ini sedang bergerak pada level support di kisaran RM3.700 per ton. Sementara itu, level resistance berada di area RM3.900 per ton.

Baca Juga: Tarif Bea Keluar Ekspor CPO Mei 2025 Dipatok USD74 per MT

"Jika tekanan dari pasar global terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga akan menguji batas bawah support dalam waktu dekat," jelasnya.

Para pelaku pasar dan eksportir kini diminta untuk lebih waspada terhadap fluktuasi harga CPO, mengingat pengaruh eksternal yang cukup kuat dalam menentukan arah pergerakan.

Faktor-faktor global seperti kebijakan energi di negara-negara maju, pergerakan harga minyak mentah, serta proyeksi permintaan minyak nabati akan menjadi indikator penting.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi