HIPMI Siap Dukung Penuh Penguatan Kopdes Merah Putih Gagasan Presiden Prabowo

AKURAT.CO Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh penguatan kelembagaan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, gagasan besar Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi dari akar rumput.
Ketua Umum BPP HIPMI, Akbar Himawan Buchari, menilai, Kopdes Merah Putih sebagai implementasi nyata konsep ekonomi Pancasila.
Menurutnya, koperasi desa akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara pesat dan berdampak langsung pada ekonomi nasional.
"Kami all out mendukung gagasan Presiden Prabowo terkait Koperasi Desa ini. HIPMI memiliki puluhan ribu anggota di seluruh Indonesia yang siap menjadi mentor bagi warga desa dan berkolaborasi dalam bisnis," ujar Akbar dalam keterangannya, Kamis (8/5/2025).
Senada dengan itu, Ketua Bidang Sinergitas BUMN, Danantara, dan BUMD BPP HIPMI, Anthony Leong, menegaskan pihaknya akan menggerakkan seluruh infrastruktur organisasi HIPMI di daerah untuk memperkuat program Kopdes Merah Putih.
"Ini momentum yang tepat. HIPMI akan aktif membangun kelembagaan Kopdes dari sisi bisnis, menggerakkan jaringan pengusaha muda untuk mendukung visi besar Presiden dalam memperkuat ekonomi desa," katanya.
Baca Juga: Komisi III DPR Dukung Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM Berat dalam Kasus Sirkus OCI
Anthony menyebut gagasan Kopdes Merah Putih bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan strategi jangka panjang untuk mendorong kemandirian ekonomi desa, penguatan UMKM, serta integrasi dengan ekosistem BUMN dan BUMD.
Ia menambahkan, dengan adanya pola pendanaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), koperasi desa akan lebih mudah mengakses pembiayaan yang diperlukan untuk pengembangan bisnis.
“Tentunya setiap strategi bisnis harus disesuaikan dengan karakteristik desa dan produk lokal yang dihasilkan," ujarnya.
Anthony juga mencontohkan bahwa di negara seperti Korea Selatan dan Jerman, model koperasi serupa telah terbukti sukses.
Di Korea Selatan, program Saemaul Undong sejak 1970-an berhasil memodernisasi ekonomi pedesaan, sementara di Jerman, koperasi menjadi bagian integral dalam rantai pasok industri dan pertanian.
Ia menekankan pentingnya sosialisasi program Kopdes Merah Putih secara masif kepada masyarakat dan perangkat desa agar pelaksanaannya efektif.
"Pemahaman yang baik akan mendorong inovasi dan kolaborasi dalam pelaksanaan program ini," tambahnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan dukungan pemerintah pusat, Anthony optimistis Kopdes Merah Putih akan menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih merata dan berkeadilan.
“HIPMI siap berada di garis depan, karena banyak pengurus HIPMI daerah juga merupakan pengurus koperasi di wilayahnya," tegas Anthony.
Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan bahwa pendanaan sebesar Rp450 triliun telah disiapkan oleh bank-bank BUMN untuk menopang koperasi ini.
Erick menyebut Kopdes Merah Putih sebagai ekosistem ekonomi baru yang akan memperkuat ketahanan pangan nasional dan memotong rantai distribusi.
Baca Juga: Tanggapi Rumor Mundurnya Chico Wardoyo dari Pelatnas PBSI, Taufik Hidayat: Saya Belum Dapat Info
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










