Kopdes Merah Putih Disiapkan Jadi Offtaker Nasional Produk UMKM

AKURAT.CO Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono menegaskan bahwa pengembangan fisik Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih akan menjadi momentum baru bagi penguatan ekonomi rakyat.
Dirinya menyebut, keberadaan Kopdes tak hanya menjadi ruang pemasaran, namun juga etalase utama produk lokal dan offtaker bagi hasil produksi masyarakat desa.
Pernyataan itu disampaikan Ferry saat menghadiri Graduation and Awarding Rocket Youthpreneur 2025 yang digelar di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (11/12).
Menurutnya, program yang diinisiasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan Sandination Academy ini mampu mempersiapkan generasi muda untuk masuk ke dunia wirausaha modern.
“Silakan produksi dan silakan jual melalui gerai sembako dan ritel modern yang ada di Kopdes. Jangan takut produk tidak terserap,” tegas Ferry.
Baca Juga: Menkop Ferry: Milad 120 Tahun Syarikat Islam Momentum Perkuat Ekonomi Umat
Ferry juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir pelaku usaha dan koperasi. Ia ingin Kopdes menjadi basis ekosistem industri desa yang bukan lagi sekadar tempat simpan pinjam tradisional.
“Kami membuka kesempatan bagi semua pihak untuk bermitra dengan Koperasi Desa karena kita ingin koperasi memulai membangun ekosistem industri,” ujarnya.
Kopdes diharapkan berperan sebagai penyerap dan pengumpul (offtaker) produk masyarakat desa, mulai dari hasil perkebunan, kerajinan tangan hingga kuliner. Selanjutnya, produk-produk itu akan dihubungkan dengan mitra bisnis maupun perusahaan industri permesinan untuk menopang proses produksi masyarakat.
Kementerian menyampaikan bahwa hingga hari ini telah tersedia lahan untuk 34 ribu titik pembangunan koperasi desa di seluruh Indonesia. Sementara 27 ribu unit berupa gudang, gerai, hingga sarana pendukung sudah dalam proses pembangunan dan akan terus bertambah.
Baca Juga: Menkop Ferry: Percepatan Operasionalisasi Kopdes Bakal Bantu Pengendalian Inflasi
Ferry berharap kerja sama lintas pihak, termasuk peserta Rocket Youthpreneur 2025, dapat mempercepat operasionalisasi 80.000 Kopdes/Kel Merah Putih yang ditetapkan sebagai program strategis nasional.
“Program ini harus menjadi langkah awal agar pelaku usaha di desa bisa tumbuh dan bersinergi dengan koperasi,” ujarnya.
Senada dengan Menkop Ferry, Founder Yayasan Indonesia Setara, Sandiaga Salahuddin Uno, menyampaikan dukungan penuh. Ia melihat koperasi desa sebagai tulang punggung penguatan 64 juta UMKM di Indonesia.
“Kami siap mendukung pak Menkop dalam program utamanya,” kata Sandiaga.
Sandiaga menambahkan, koperasi dapat menjadi jembatan UMKM menuju pasar modal, karena model bisnis koperasi memungkinkan pelaku usaha tumbuh bertahap dan terstruktur sebelum melantai di BEI.
“Menjadi entrepreneur bukan hanya soal cuan, tapi memberikan dampak seluas-luasnya,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










