Akurat

Kejar Target Lifting Migas 1 Juta Barel, Bahlil Sidak PHM dan Eni Indonesia

Yosi Winosa | 1 Mei 2025, 21:39 WIB
Kejar Target Lifting Migas 1 Juta Barel, Bahlil Sidak PHM dan Eni Indonesia

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meminta Pertamina Hulu Mahakam (PHM) dan Eni Indonesia meningkatkan produksi migas.

Hal ini untuk memenuhi target lifting migas yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 605 Ribu Barel per hari (bopd) dan Gas 1,01 Juta (boepd) sesuai target APBN 2025.

Bahlil turut melakukan kunjungan lapangan di dua lokasi fasilitas produksi minyak dan gas bumi di Senipah, Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur, Rabu (30/4/2025).
 
Di Pertamina Hulu Mahakam (PHM), Bahlil Lahadalia mengunjungi Terminal Loading Area (TLA) Senipah Peciko South Mahakam (SPS) untuk melihat langsung fasilitas produksi. 
 
Dalam arahannya, Bahlil meminta Pertamina Hulu Mahakam (PHM) meningkatkan lifting migas untuk mewujudkan ketahanan energi nasional. 
 
 
"Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif dan mendukung upaya eksplorasi serta pengembangan lapangan migas baru," jelas Bahlil.
 
Dari fasilitas produksi SPS, rombongan Bahlil mengunjungi fasilitas produksi jangkrik atau Onshore Receiving Facility (ORF) Eni Indonesia.
 
Bahlil bilang, kunjungan lapangan ini merupakan tindak lanjut pemerintahan Presiden Prabowo dalam mewujudkan Asta Cita yaitu tentang ketahanan dan kedaulatan energi.
 
"Eni Indonesia Merupakan salah satu penghasil gas terbesar (giant) , dan produksi gas dari sini hasilnya bisa mengalami kenaikan pada tahun 2027-2028, puncaknya 2030," jelas Bahlil
 
Menurutnya, ada satu harapan besar dalam upaya meningkatkan lifting migas nasional. "Insya allah target lifting akan tercapai, bahkan akan bisa melebihi target dari yang ditetapkan APBN," katanya.
 
Bahlil berharap agar sumur-sumur idle segera dilakukan reaktivasi dan mempercepat rencana pengembangan proyek migas atau POD (Plan Of Development).
 
Hadir mendampingi Bahlil, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri dan Gubernur Kalimantan Timur, Rudi Mas’ud, Rabu 30 April 2025.
 
Kemudian hadir pula, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Chalid Said Salim, Direktur Utama PHI Sunaryanto, General Manager PHM Setyo Sapto Edi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.