Laba Bersih DCII Terbang 193,76 Persen di Kuartal I-2025, Tembus Rp418,84 Miliar

AKURAT.CO Emiten penyedia pusat data, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp418,84 miliar di kuartal I-2025.
Raihan ini melonjak 193,76% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp142,60 miliar.
Mengutip keterbukaan informasi perseoran di BEI pada Senin (21/4/2025), pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan yang signifikan. Pada kuartal I-2025, pendapatan DCII tercatat sebesar Rp773,55 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan Rp354,41 miliar pada kuartal I-2024.
Rinciannya, layanan colocation masih menjadi sumber utama pendapatan perusahaan, menyumbang Rp733,12 miliar atau sekitar 94,8% dari total pendapatan. Sementara itu, layanan pendukung seperti smarthands, baremetals, subducts, dan cross-connect berkontribusi sebesar Rp40,44 miliar.
Searah, laba usaha perusahaan ikut melesat dari Rp181,42 miliar menjadi Rp496,80 miliar. Kinerja ini turut mendorong kenaikan laba per saham dasar dari Rp60 menjadi Rp176 per saham. Hasil tersebut mencerminkan profitabilitas yang semakin kokoh di tengah ekspansi kapasitas dan pertumbuhan operasional.
Baca Juga: Saham DCII Terbang Hampir 20 Persen Terdorong Prospek Cerah Bisnis Data Center
Di sisi lain, pertumbuhan ini dibarengi dengan struktur biaya yang masih tinggi. Beban pokok pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp253,87 miliar. Biaya terbesar berasal dari konsumsi listrik sebesar Rp89,16 miliar dan penyusutan aset tetap sebesar Rp56,39 miliar.
Selain itu, perusahaan juga mencatat material instalasi senilai Rp29,32 miliar dan gaji teknis sebesar Rp9,92 miliar. Beban umum dan administrasi mencapai Rp24,23 miliar, sementara beban keuangan tercatat sebesar Rp20,49 miliar. Adapun beban pemasaran masih relatif ringan, yakni sebesar Rp772 juta.
Dari sisi neraca keuangan, posisi kas dan setara kas per akhir Maret 2025 tercatat sebesar Rp459,25 miliar, naik signifikan dari Rp217,01 miliar pada akhir tahun lalu. Total aset perusahaan meningkat menjadi Rp5,35 triliun, dari sebelumnya Rp4,82 triliun.
Aset tetap berkontribusi terbesar dalam struktur aset dengan nilai Rp4,18 triliun.
Sementara itu, liabilitas perusahaan juga mengalami kenaikan dari Rp1,82 triliun menjadi Rp1,93 triliun, yang sebagian besar berasal dari pinjaman jangka panjang sebesar Rp1,01 triliun. Di sisi lain, total ekuitas perusahaan tumbuh menjadi Rp3,42 triliun, naik dari Rp3 triliun per akhir 2024.
Kinerja solid pada awal tahun ini melanjutkan tren pertumbuhan yang telah dicapai sepanjang 2024. Tahun lalu, DCII mencatatkan peningkatan pendapatan dari Rp1,30 triliun menjadi Rp1,81 triliun, yang turut mendorong kenaikan laba tahun berjalan dari Rp514,48 miliar menjadi Rp796,82 miliar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 8Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 9Pemerintah Tegaskan Perekonomian Indonesia Masih Positif Jelang Akhir Tahun
- 10Ketua KPK Ingatkan Nusron Wahid Penuhi Panggilan Penyidik Tanpa Harus Dijemput Paksa









