Akurat

Hore, Sertifikasi Halal RI Kini Diakui Rusia

Yosi Winosa | 19 April 2025, 19:11 WIB
Hore, Sertifikasi Halal RI Kini Diakui Rusia

AKURAT.CO Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Akreditasi Federal Rusia (RusAccreditation) meneken Memorandum Saling Pengertian (MSP), sebagai bagian dari diplomasi halal lintas negara.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan mengatakan kerja sama ini merupakan bagian dari misi besar Indonesia dalam memperkuat posisi global di industri halal. 

“BPJPH terus membuka jalur diplomasi halal sebagai bagian dari kekuatan lunak Indonesia. Langkah ini bukan hanya soal regulasi, tetapi juga misi peradaban untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat gravitasi industri halal dunia,” ujar Babe Haikal dalam keterangannya, Sabtu (19/4/2025).
 
Baca Juga: Sertifikasi Halal Dianggap Mahal dan Lama, Ini Tarif dan Waktu Pemeriksaan Halal Sebenarnya

Penandatanganan MSP dengan RusAccreditation menjadi salah satu langkah konkret yang dinilai strategis.
 
Kolaborasi tersebut mencakup saling pengakuan sertifikat halal, harmonisasi standar halal, penguatan regulasi, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM) antar kedua negara.

"Tak hanya aspek teknis, kerja sama juga meliputi promosi halal lintas negara, pelatihan teknis bersama, dan rencana pembentukan Halal Competence Center di Rusia. Fasilitas tersebut akan dikembangkan bersama Majelis Spiritual Muslim Rusia dan Pemerintah Tatarstan," ucapnya kembali.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Rusia memiliki potensi besar dalam transaksi produk halal yang mencapai angka USD300 juta, dan Indonesia berupaya menangkap peluang tersebut dengan memperluas penetrasi produk bersertifikasi halal ke pasar global.

"Salah satu pencapaian penting dari kerja sama ini adalah diterimanya Standar Jaminan Produk Halal Indonesia di sistem standardisasi nasional Rusia. Hal ini mengacu pada Keputusan Kepala BPJPH Nomor 20 Tahun 2023, yang kini menjadi bagian dari harmonisasi standar halal internasional," papar Babeh Haikal.

Kepala RusAccreditation, Nazariy Skrypnik turut mengapresiasi peran Indonesia dalam penguatan kerja sama ini. 
 
“Indonesia adalah mitra strategis utama dalam visi halal global kami. Kesepakatan ini bukan sekadar dokumen, tapi pondasi untuk memperluas kepercayaan dan kerja sama lintas sektor,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar hubungan antar-lembaga, penandatanganan MSP ini menjadi bagian dari pembahasan besar dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Airlangga Hartarto dan Deputi Pertama PM Rusia, Denis Manturov. 
 
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga membahas potensi investasi Rusia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Indonesia, serta peluang kerja sama di sektor pertanian, peternakan, hingga percepatan perundingan Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.