Tekanan Tarif Trump, Bahlil: Kalau di Ilmu HIPMI Ini Biasa
Camelia Rosa | 15 April 2025, 18:58 WIB

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menekankan untuk tidak perlu khawatir dalam merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengenakan tarif timbal balik atau tarif resiprokal ke Indonesia sebesar 32%.
"Dalam pandangan saya, sebenarnya ini kalau di dunia usaha, ini jangan terlalu kita merasa sesuatu yang luar biasa," ujarnya.
Bahkan Bahlil menuturkan bahwa kebijakan tarif Trump ini merupakan hal yang biasa dilakukan organisasi yang pernah dipimpinnnya yaitu Himpunan Pengusaha Muda Indonesia atau HIPMI.
"Ini biasa-biasa aja. Kalau di ilmu di HIPMI ini biasa. Harus bikin masalah dulu baru kompromi. Jadi jangan juga kita membuat seolah-olah dunia sudah mau berakhir," tegasnya.
Bahlil berpendapat, kebijakan yang dikeluarkan Trump hanya sebagai strategi perdagangan sebuah negara.
"Ini bagian strategi dagang aja, dan ini membuktikan kepada kita bahwa sekarang blok pada sebuah kawasan tidak lagi menjadi sesuatu yang kita percaya secara pasti," tukas Bahlil.
Seperti diketahui, kebijakan tarif Trump sangat dinamis. Terkini, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia sedang mempertimbangkan pembebasan tarif jangka pendek untuk produsen mobil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










