Akurat

Mentan Kunjungi Petani di Bekasi

Hefriday | 12 April 2025, 18:42 WIB
Mentan Kunjungi Petani di Bekasi

AKURAT.CO Sektor pertanian kembali jadi sorotan penting dalam pembangunan nasional, kali ini lewat aksi nyata Kementerian Pertanian (Kementan) RI yang turun langsung ke lapangan. 

Bertempat di Desa Sukajadi, Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, Kementan menyapa para petani sambil memberikan penyuluhan demi meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan daerah.
 
Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Tenaga Ahli Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Nandang.
 
Nandang menyebut kegiatan ini adalah bagian dari komitmen pemerintah pusat untuk memantau langsung perkembangan pertanian serta mendengar keluhan dan kebutuhan petani di lapangan.
 
“Kami ingin melihat secara nyata bagaimana kondisi pertanian di sini, hasil panennya seperti apa, serta sejauh mana tantangan yang dihadapi para petani,” ujar Nandang dalam keterangannya, Sabtu (12/4/2025). 
 
 
Tak hanya dari Kementan, kunjungan ini juga dihadiri berbagai pihak mulai dari Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, mitra dari Bulog Cabang Karawang, LSM, penyuluh lapangan, hingga perangkat desa setempat.
 
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan swasembada pangan yang selama ini menjadi cita-cita besar nasional.
 
Dalam arahannya, Nandang menekankan pentingnya perhatian terhadap faktor-faktor teknis seperti kualitas lahan, pemilihan benih, dan pasokan air irigasi.
 
Ia juga menyebut peran teknologi dalam pertanian kini menjadi kebutuhan, bukan lagi pilihan, demi mempercepat proses dan meningkatkan hasil panen.
 
“Kalau kita ingin hasil panen lebih optimal, semua aspek harus disiapkan dari awal. Termasuk pupuk, pengendalian hama, dan tentunya dukungan pemerintah daerah,” kata Nandang. 
 
Dirinya juga menegaskan pentingnya peran Bulog dalam menyerap hasil panen petani, agar harga tetap stabil dan petani tidak rugi.
 
Sementara itu, dari sisi pemerintah daerah, Sub Koordinator Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dodo Hadi Triwardoyo, menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan produksi gabah kering sebesar 500.000 ton pada tahun ini.
 
Target ini akan dicapai melalui pemanfaatan 48.000 hektare lahan pertanian.
 
Untuk merealisasikan target ambisius tersebut, berbagai strategi pun dijalankan. Salah satunya melalui perbaikan infrastruktur irigasi, normalisasi saluran air, hingga pemeriksaan kesiapan alat pompa air.
 
Tak ketinggalan, pemerintah juga terus menggulirkan bantuan benih kepada petani secara berkala.
 
“Dengan benih berkualitas dan infrastruktur yang mendukung, kita bisa dorong hasil panen lebih maksimal. Ini sejalan dengan program swasembada pangan yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam Astacita pembangunan nasional,” jelas Dodo.
 
Langkah dukungan tak berhenti di situ. Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak seperti TNI-Polri, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan instansi terkait lainnya.
 
Tujuannya membantu petani semaksimal mungkin agar pertanian jadi sektor yang benar-benar menguntungkan.
 
Perum Bulog pun sudah menyatakan kesiapannya untuk membeli gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kepastian harga ini penting untuk menjaga semangat petani agar terus menanam dan tidak ragu dengan hasil jerih payah mereka.
 
Danramil 10/Sukatani Mayor Inf Usep Shirajusyar’i turut memberikan pengawalan dan dukungan dari unsur TNI. Ia menyebut, TNI selalu siap menjadi garda depan dalam mendukung program pertanian. 
 
“Pertanian ini menyangkut perut rakyat. Jadi sudah sewajarnya kita terlibat aktif dan menjaga agar program pemerintah berjalan optimal,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa