Jumlah PHK Melonjak 5 Kali dalam Sebulan, Terbanyak Sektor Manufaktur
Camelia Rosa | 10 April 2025, 16:54 WIB

AKURAT.CO Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mencatat hingga Februari 2025, total tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) mencapai 18.610.
Jumlah itu meningkat hingga lima kali lipat jika dibandingkan data Januari 2025 yang hanya sebanyak 3.325.
Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI-JSK) Kemnaker, Indah Anggoro Putri mengungkapkan, sektor manufaktur masih menjadi penyumbang kasus PHK tahun ini.
"Masih manufaktur, Masih manufaktur, kemudian industri furniture," jelas Indah ketika ditemui di Kementerian Kemnaker, Jakarta, Kamis (10/4/2025).
Diungkapkan Indah, penyebab terjadinya PHK pun sebenarnya masih tidak ada perubahan dimana salah satunya yaitu karena ketidakpastian global.
"Penyebabnya macam-macam, ya sama kayak kemarin-kemarin, sama kayak kemarin, kok nggak ada yang baru. Lebih kepada kondisi global," tutur Indah.
Berdasarkan data Kemnaker, provinsi dengan PHK terbanyak pada Februari 2025 ada Jawa Tengah yaitu sebanyak 10.677 tenaga kerja.
Kemudian disusul Riau sebanyak 3.530, DKI Jakarta sebanyak 2.650 pekerja, Jawa Timur 978 orang, dan Banten 411 pekerja.
Sebagai informasi, pada Januari 2025, Kemnaker mencatat kasus PHK tertinggi terjadi di DKI Jakarta yang mencapai 2.650 orang.
Kasus PHK tertinggi kedua terjadi di Riau sebanyak 323 orang, kemudian Banten 149 orang, Bali 84 orang, dan Jawa Barat 23 orang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










