Akurat

Tak Kenal Libur Lebaran 2025, Bulog Gaspol Serap Gabah Petani

Hefriday | 5 April 2025, 15:45 WIB
Tak Kenal Libur Lebaran 2025, Bulog Gaspol Serap Gabah Petani

AKURAT.CO Di tengah suasana libur Lebaran 2025 yang penuh dengan silaturahmi dan opor ayam, Perum Bulog justru tetap tancap gas menyerap gabah petani.

Bukan untuk mudik atau liburan, tapi demi menjaga pasokan beras nasional tetap aman. Bulog memastikan penyerapan gabah dari petani tetap jalan terus, tanpa jeda.
 
Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Arwakhudin Widiarso, mengatakan bahwa pihaknya tetap aktif menyerap gabah dan beras dari petani meski hari libur panjang berlangsung. 
 
“Penyerapan tetap dilakukan, karena ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga,” ujar Arwakhudin dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025). 
 
Tak tanggung-tanggung, pemantauan dilakukan langsung oleh jajaran direksi Bulog lewat pertemuan daring dan luring.
 
 
Bahkan para pimpinan wilayah dan cabang Bulog di seluruh Indonesia dilibatkan, termasuk unsur TNI seperti para Dandim, untuk memastikan proses penyerapan gabah berjalan lancar.
 
“Kami pantau langsung melalui rapat daring harian. Kalau ada masalah, bisa langsung ditindak,” tambah Arwakhudin. 
 
Tujuannya tentu bukan cuma soal stok, tapi juga soal harga agar petani nggak dirugikan dan konsumen tetap tenang.
 
Apalagi, kata Arwakhudin, Presiden Prabowo Subianto sudah memberi arahan agar harga pembelian gabah kering panen (GKP) tidak boleh di bawah Rp6.500 per kilogram.
 
Angka itu merupakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) terbaru yang sudah ditetapkan sejak 15 Januari 2025.
 
“Bukan cuma Bulog yang harus patuh, tapi juga mitra Bulog dan para pelaku usaha pengeringan dan penggilingan padi. Pokoknya jangan sampai harga di bawah HPP,” tegasnya. 
 
Untuk memastikan semua berjalan sesuai target, Bulog juga terus menggelar monitoring dan evaluasi (monev) setiap hari.
 
Bukan cuma lihat angka, tapi juga menggali problem yang terjadi di lapangan, mulai dari kendala cuaca, logistik, sampai distribusi agar bisa langsung dicarikan solusinya.
 
Hasilnya lumayan melegakan. Hingga awal April ini, Bulog sudah berhasil menyerap gabah petani yang setara dengan 709 ribu ton beras. 
 
Ini bagian dari target besar Bulog yang harus menyerap 2 juta ton beras dalam negeri hingga April 2025, seperti yang ditugaskan oleh Menteri Koordinator bidang Pangan, Zulkifli Hasan.
 
“Februari, Maret, April harus ngebut. Targetnya 2 juta ton beras harus diserap secara bertahap,” ujar Zulhas. 
 
Hal ini jadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga beras di tengah tantangan cuaca dan distribusi pangan.
 
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi, menjelaskan bahwa penyesuaian harga HPP ini memang sengaja dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 
 
“Dengan harga Rp6.500 per kg, kami ingin petani mendapat keuntungan yang layak,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa