Mayjen Novi Helmy Prasetya Pastikan Stok Beras Jelang Ramadan dan Lebaran 2025 Aman
Hefriday | 3 Maret 2025, 16:21 WIB

AKURAT.CO Perum Bulog memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadaan dan Hari Raya Idulfitri. Hingga 27 Februari 2025, jumlah stok beras yang dikuasai Bulog mencapai 1.951.975 ton, yang tersebar di seluruh Indonesia.
Direktur Utama Perum Bulog, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Novi Helmy Prasetya, menyatakan bahwa stok tersebut terdiri atas 1.901.024 ton beras medium untuk keperluan Public Service Obligation (PSO) dan 50.951 ton beras premium komersial.
“Dengan jumlah stok tersebut yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, Bulog bertekad untuk mengendalikan harga sesuai dengan penugasan pemerintah,” ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI DPR RI, Senin (3/3/2025).
Bulog juga mengelola komoditas pangan lain seperti tepung terigu, minyak goreng, gula pasir, dan telur sebagai bagian dari bisnis komersialnya. Upaya ini dilakukan untuk mendukung stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di seluruh wilayah Indonesia.
Dalam rangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog telah mendapatkan penugasan untuk menyalurkan 150 ribu ton beras guna menjaga kestabilan harga di pasar. Program ini dimulai sejak 24 Februari dan akan berlangsung hingga 29 Maret 2025.
Untuk memastikan penyaluran beras SPHP berjalan efektif, Bulog menggandeng berbagai pihak dalam distribusi, termasuk PT Pos Indonesia, pedagang pengecer, serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Selain itu, operasi pasar juga dilakukan melalui Gerakan Pangan Murah yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan BUMN Pangan.
Selain menjaga stabilitas harga, Bulog juga memastikan penyerapan gabah petani tetap berjalan optimal, meskipun di bulan Ramadhan. Langkah ini bertujuan untuk menjaga cadangan beras pemerintah serta mendukung kesejahteraan petani di tengah musim panen.
Sekretaris Perusahaan Bulog, A. Widiarso, menegaskan bahwa program penyerapan gabah tetap menjadi prioritas utama.
"Penyerapan gabah dan beras hasil panen petani dalam negeri tetap dilaksanakan untuk memastikan ketahanan pangan nasional," ungkapnya.
Dengan strategi yang diterapkan, Bulog optimistis dapat menjaga kestabilan harga beras dan memastikan ketersediaan pangan selama periode Ramadhan dan Lebaran. Langkah ini diharapkan mampu meredam potensi lonjakan harga yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Selain itu, koordinasi antara Bulog dan pemerintah terus diperkuat guna memastikan distribusi berjalan lancar. Dengan sistem pergudangan yang tersebar di 26 kantor wilayah dan 477 kompleks pergudangan, distribusi beras ke seluruh pelosok negeri dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










