Akurat

Starbucks Pangkas 1.100 Karyawan, Langkah Strategis atau Tanda-Tanda Krisis?

Yosi Winosa | 25 Februari 2025, 08:40 WIB
Starbucks Pangkas 1.100 Karyawan, Langkah Strategis atau Tanda-Tanda Krisis?

AKURAT.CO Starbucks baru saja mengumumkan rencana pemangkasan 1.100 karyawan di level korporat serta tidak akan mengisi beberapa ratus posisi kosong yang tersedia. Tak menunggu lama, keputusan tersebut pun menjadi sorotan, terutama di tengah persaingan ketat di industri kopi yang semakin dinamis.

Menurut CEO Starbucks, Brian Niccol menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar pemotongan biaya, melainkan bagian dari strategi perampingan organisasi agar lebih efisien dan responsif terhadap pasar.

“Kami ingin mengurangi birokrasi, meningkatkan akuntabilitas, dan membentuk tim yang lebih gesit," ujarnya dikutip dari laman Reuters.

Baca Juga: Starbucks Bakal PHK Karyawan Besar-besaran

Namun, pertanyaannya adalah, apakah ini strategi jitu untuk memperkuat bisnis, atau justru sinyal adanya krisis yang mengancam Starbucks?

Usut punya usut, keputusan Starbucks melakukan PHK massal muncul di tengah tren menurunnya penjualan di beberapa wilayah utama, terutama Amerika Serikat dan China.

Dimana banyak pelanggan kini beralih ke merek-merek kopi yang lebih murah, seperti McCafé dari McDonald's atau jaringan kopi lokal yang menawarkan harga lebih kompetitif.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kopi semakin dipenuhi oleh merek-merek baru dengan konsep unik, mulai dari warung kopi independen hingga brand yang lebih berorientasi pada konsep grab-and-go.

Tentunya hal ini membuat Starbucks harus berpikir ulang mengenai model bisnisnya, terutama dalam hal harga, pelayanan, dan inovasi produk.

Baca Juga: Sebab Pemogokan Pekerja Amazon dan Starbucks di AS

Sebagai respons terhadap tantangan ini, Starbucks meluncurkan program 'Back to Starbucks' yang bertujuan untuk mengembalikan daya saing perusahaan.

Niccol menegaskan bahwa meskipun ada PHK, perusahaan tetap akan merekrut tenaga kerja untuk posisi strategis yang mendukung struktur bisnis baru.

"Kami ingin fokus pada aspek yang benar-benar penting bagi pelanggan dan bisnis kami," ungkap Niccol.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.