Akurat

Sebab Pemogokan Pekerja Amazon dan Starbucks di AS

Petrus C. Vianney | 25 Desember 2024, 21:20 WIB
Sebab Pemogokan Pekerja Amazon dan Starbucks di AS

AKURAT.CO Pekerja Amazon dan Starbucks melakukan aksi mogok di beberapa kota besar di Amerika Serikat (AS) pada Kamis (19/12/2024).

Aksi ini dilakukan sebagai upaya menekan perusahaan untuk mengakui serikat pekerja dan memenuhi tuntutan kontrak kerja mereka.

Pemogokan ini terjadi di tengah meningkatnya upaya tenaga kerja terorganisir untuk mendapatkan pengakuan dan hak mereka.

Selama pandemi COVID-19, perhatian publik tertuju pada ketimpangan ekonomi yang dialami pekerja garis depan, mendorong gerakan pengorganisasian di berbagai perusahaan seperti Apple, REI dan Trader Joe's.

Namun, negosiasi kontrak pertama dengan perusahaan besar seperti Amazon dan Starbucks masih menemui jalan buntu.

Dikutip dari Apnews.com, Rabu (25/12/2024), berikut tuntutan para pekerja:

- Amazon
Para pekerja yang tergabung dalam Teamsters menuntut upah lebih tinggi, tunjangan yang lebih baik dan kondisi kerja yang lebih aman.

Mereka juga mendesak Amazon untuk mengakui pengemudi pengiriman sebagai karyawan resmi.

Amazon menolak, mengklaim para pengemudi adalah pekerja kontrak, meski memakai atribut perusahaan.

- Starbucks
Serikat pekerja Starbucks Workers United meminta kenaikan gaji dan penyelesaian ratusan keluhan praktik tenaga kerja tidak adil.

Namun, Starbucks hanya menawarkan kenaikan gaji kecil dan menolak memenuhi tuntutan lainnya.

Pemogokan ini juga dipengaruhi oleh politik. Para pekerja ingin mempercepat negosiasi sebelum Donald Trump, yang diharapkan kurang mendukung serikat pekerja, resmi menjabat kembali.

Namun, Trump baru-baru ini menunjukkan dukungan terhadap tenaga kerja dengan memilih Lori Chavez-DeRemer, seorang Republikan yang memiliki hubungan baik dengan serikat pekerja, untuk memimpin Departemen Tenaga Kerja.

Pemogokan meluas ke berbagai wilayah, termasuk Chicago, Los Angeles dan Seattle. Di Amazon, aksi mogok memengaruhi stasiun pengiriman di beberapa kota besar.

Sementara di Starbucks, pemogokan diperkirakan akan meluas hingga Malam Natal, memengaruhi ratusan toko.

Meski perusahaan seperti Amazon dan Starbucks menyebut aksi ini sebagai langkah tidak produktif, serikat pekerja berharap tekanan publik dapat mempercepat tercapainya kesepakatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.