Starbucks Bakal PHK Karyawan Besar-besaran
Demi Ermansyah | 19 Januari 2025, 19:32 WIB

AKURAT.CO Starbucks telah mengumumkan rencana Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai bagian dari strategi pemulihan bisnisnya. Langkah ini disampaikan oleh CEO Starbucks, Brian Niccol, pada Sabtu (18/1/2025) dengan rincian lebih lanjut yang akan dirilis pada awal Maret.
Meski akan ada pengurangan karyawan, Niccol menegaskan bahwa langkah ini tidak akan berdampak pada tim operasional di toko maupun investasi yang telah dilakukan untuk mendukung jam operasional. Artinya, pelanggan tetap akan mendapatkan pelayanan yang sama di gerai Starbucks.
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana pelanggan mencari pengalaman lebih dari sekadar produk. Konsep “experience economy” menjadi semakin penting di industri makanan dan minuman. Tempat duduk yang nyaman dan suasana yang menyenangkan bisa menjadi daya tarik tambahan yang membuat pelanggan ingin kembali.
Starbucks juga menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya soal meningkatkan kenyamanan, tetapi juga bagian dari upaya keberlanjutan. Penggunaan cangkir keramik, misalnya, bertujuan untuk mengurangi limbah plastik dan kertas.
Usut punya usut keputusan tersebut muncul di tengah upaya perusahaan menghadapi tantangan besar berupa meningkatnya persaingan di industri kopi global dan menurunnya permintaan di pasar utama, seperti Amerika Serikat dan China.
Di bawah kepemimpinan Brian Niccol, Starbucks mulai mengimplementasikan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Menurut Niccol, struktur organisasi Starbucks saat ini dianggap terlalu kompleks, dengan terlalu banyak lapisan manajemen dan peran yang lebih fokus pada koordinasi dibandingkan eksekusi.
Di bawah kepemimpinan Brian Niccol, Starbucks mulai mengimplementasikan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi perusahaan. Menurut Niccol, struktur organisasi Starbucks saat ini dianggap terlalu kompleks, dengan terlalu banyak lapisan manajemen dan peran yang lebih fokus pada koordinasi dibandingkan eksekusi.
“Struktur dan ukuran organisasi ini memperlambat kinerja,” ungkapnya melalui lansiran Business Insider.
Meski akan ada pengurangan karyawan, Niccol menegaskan bahwa langkah ini tidak akan berdampak pada tim operasional di toko maupun investasi yang telah dilakukan untuk mendukung jam operasional. Artinya, pelanggan tetap akan mendapatkan pelayanan yang sama di gerai Starbucks.
Baca Juga: Penjualan Unilever, Starbucks, McD hingga Danone Kompak Terjun Bebas di Indonesia dan Malaysia
Keputusan untuk memangkas karyawan ini juga diiringi oleh perubahan lain, termasuk pembaruan gerai di Amerika Serikat. Starbucks merencanakan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan menyediakan tempat duduk yang lebih nyaman, penggunaan cangkir keramik, dan bar bumbu kopi.
Sebelumnya, pada Oktober 2024, Starbucks menangguhkan proyeksi keuangannya untuk tahun fiskal 2025. Langkah ini mencerminkan kehati-hatian perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian pasar, terutama setelah melihat tren penurunan di pasar-pasar utama.
Namun, keputusan PHK ini memunculkan kekhawatiran. Apakah langkah tersebut benar-benar akan membawa efisiensi yang diinginkan, atau justru mempengaruhi semangat kerja para karyawan yang tersisa?
Keputusan untuk memangkas karyawan ini juga diiringi oleh perubahan lain, termasuk pembaruan gerai di Amerika Serikat. Starbucks merencanakan untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan dengan menyediakan tempat duduk yang lebih nyaman, penggunaan cangkir keramik, dan bar bumbu kopi.
Sebelumnya, pada Oktober 2024, Starbucks menangguhkan proyeksi keuangannya untuk tahun fiskal 2025. Langkah ini mencerminkan kehati-hatian perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian pasar, terutama setelah melihat tren penurunan di pasar-pasar utama.
Namun, keputusan PHK ini memunculkan kekhawatiran. Apakah langkah tersebut benar-benar akan membawa efisiensi yang diinginkan, atau justru mempengaruhi semangat kerja para karyawan yang tersisa?
Bahkan beberapa pengamat industri menilai bahwa perubahan besar seperti ini dapat menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, perusahaan mungkin lebih ramping dan efisien, tetapi di sisi lain, mereka berisiko kehilangan loyalitas karyawan dan menciptakan ketidakstabilan internal.
Di tengah rencana restrukturisasi besar-besaran, Starbucks juga menggagas pembaharuan pada sejumlah gerainya di Amerika Serikat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus menghadapi persaingan ketat di industri kopi.
Salah satu inovasi yang direncanakan adalah meningkatkan kenyamanan gerai. Starbucks akan menghadirkan tempat duduk yang lebih nyaman, penggunaan cangkir keramik, dan bar bumbu kopi.
Salah satu inovasi yang direncanakan adalah meningkatkan kenyamanan gerai. Starbucks akan menghadirkan tempat duduk yang lebih nyaman, penggunaan cangkir keramik, dan bar bumbu kopi.
Tidak hanya itu, perusahaan juga berupaya mempercepat waktu layanan pelanggan menjadi kurang dari empat menit.
“Kami ingin pelanggan merasa bahwa setiap kunjungan ke Starbucks adalah pengalaman yang menyenangkan dan efisien,” ujar Niccol.
Pembaruan Gerai
Dalam beberapa tahun terakhir, Starbucks menghadapi tantangan berupa penurunan permintaan di pasar utama seperti Amerika Serikat dan China. Di sisi lain, kompetisi dengan merek-merek baru yang menawarkan konsep serupa juga semakin ketat.
Untuk tetap relevan, Starbucks harus mampu memberikan nilai tambah yang tidak hanya sekedar kopi.
Langkah ini sejalan dengan tren global di mana pelanggan mencari pengalaman lebih dari sekadar produk. Konsep “experience economy” menjadi semakin penting di industri makanan dan minuman. Tempat duduk yang nyaman dan suasana yang menyenangkan bisa menjadi daya tarik tambahan yang membuat pelanggan ingin kembali.
Starbucks juga menegaskan bahwa inovasi ini tidak hanya soal meningkatkan kenyamanan, tetapi juga bagian dari upaya keberlanjutan. Penggunaan cangkir keramik, misalnya, bertujuan untuk mengurangi limbah plastik dan kertas.
Hal ini sejalan dengan komitmen Starbucks untuk menjadi perusahaan yang lebih ramah lingkungan. Namun, langkah ini tentu memerlukan biaya besar. Perusahaan belum merinci berapa banyak gerai yang akan diperbarui dan anggaran yang disiapkan untuk proyek ini.
Para analis memperkirakan bahwa pembaruan gerai ini bisa menjadi investasi yang berisiko, terutama jika tidak diiringi dengan peningkatan jumlah pelanggan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










