Kepala BPJPH: Sertifikat Halal Bikin Produk RI Lebih Kompetitif di Pasar Global
Demi Ermansyah | 6 Februari 2025, 19:30 WIB

AKURAT.CO Sertifikasi halal kini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi strategi utama dalam meningkatkan daya saing produk lokal di pasar global.
Dengan lebih dari 106.000 pelaku usaha telah memperoleh sertifikat halal, industri halal di Indonesia semakin berkembang dan siap bersaing di tingkat internasional.
Menurut Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menjelaskan bahwa sertifikasi halal membawa banyak manfaat, terutama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.
"Dengan adanya sertifikat halal, produk kita memiliki nilai tambah yang membuatnya lebih kompetitif, baik di dalam negeri maupun di pasar global," ujarnya, Kamis (6/2/2025).
Bukan tanpa alasan, pasar halal dunia terus berkembang pesat. Menurut laporan Global Islamic Economy Report, nilai industri halal global diperkirakan mencapai triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Bukan tanpa alasan, pasar halal dunia terus berkembang pesat. Menurut laporan Global Islamic Economy Report, nilai industri halal global diperkirakan mencapai triliunan dolar dalam beberapa tahun ke depan.
Indonesia, sebagai salah satu negara dengan populasi Muslim terbesar, berpeluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri ini.
Saat ini, sebanyak 595.788 produk di Indonesia telah mendapatkan sertifikasi halal, menunjukkan keseriusan pelaku usaha dalam memenuhi standar halal yang berlaku.
Saat ini, sebanyak 595.788 produk di Indonesia telah mendapatkan sertifikasi halal, menunjukkan keseriusan pelaku usaha dalam memenuhi standar halal yang berlaku.
Hal ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang ingin menjadikan Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.
Namun, sertifikasi halal bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai strategi ekonomi. Produk yang telah tersertifikasi halal lebih mudah masuk ke pasar ekspor, terutama ke negara-negara dengan mayoritas Muslim seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Haikal menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan akademisi sangat dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan industri halal di Indonesia.
Namun, sertifikasi halal bukan hanya tentang kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga sebagai strategi ekonomi. Produk yang telah tersertifikasi halal lebih mudah masuk ke pasar ekspor, terutama ke negara-negara dengan mayoritas Muslim seperti Malaysia, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Haikal menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah, swasta, dan akademisi sangat dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan industri halal di Indonesia.
"Kita harus terus berkolaborasi agar ekosistem halal ini semakin kuat. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen utama produk halal di dunia," tegasnya.
Dengan langkah-langkah strategis yang sudah diambil, diharapkan sertifikasi halal bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Dengan langkah-langkah strategis yang sudah diambil, diharapkan sertifikasi halal bisa menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat halal dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










