Akurat

Pemerintah Stop Impor Gula dan Garam Konsumsi, Dunia Usaha Terdampak?

Yosi Winosa | 6 Februari 2025, 16:46 WIB
Pemerintah Stop Impor Gula dan Garam Konsumsi, Dunia Usaha Terdampak?

AKURAT.CO Kebijakan pemerintah dalam menghentikan impor gula dan garam konsumsi menimbulkan pertanyaan besar bagi pelaku industri.

Pasalnya, gula dan garam tidak hanya digunakan untuk konsumsi rumah tangga, tetapi juga menjadi bahan baku penting bagi berbagai sektor industri seperti makanan, farmasi, dan kimia.  

Menurut Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menjelaskan bahwa kebijakan ini baru berlaku untuk konsumsi rumah tangga, sementara untuk industri masih diperbolehkan, setidaknya untuk saat ini.  
 
 
"Keinginannya memang ke sana (setop impor industri). Kita ingin kebutuhan pokok rakyat, termasuk yang untuk industri, bisa terpenuhi dari dalam negeri," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (5/2/2025). 
 
Meskipun kebijakan ini terdengar besar, hingga saat ini belum ada keluhan dari para pelaku industri. Menurut Sudaryono, selama bahan baku tersedia dalam negeri, dunia usaha tidak keberatan.  
 
"Yang distop sekarang ini kan konsumsi. Untuk industri, selama bahan bakunya tersedia, pengusaha nggak masalah. Kalau bisa dipenuhi dari dalam negeri, mereka malah senang, kan lebih cepat," jelasnya.  
 
Namun, kekhawatiran tetap ada. Beberapa sektor industri, seperti farmasi dan makanan olahan, sangat bergantung pada garam dan gula dengan standar tertentu yang mungkin belum bisa dipenuhi oleh produksi lokal.  
 
Pemerintah menyadari bahwa menghentikan impor secara total tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, kebijakan ini akan diterapkan bertahap agar industri tetap bisa menyesuaikan diri.  
 
"Kita punya jadwalnya, bertahap. Nggak langsung semuanya setop dalam setahun," tambah Sudaryono

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.