Akurat

Bahlil Minta Izin Prabowo Gunakan Semua Konsesi Gas Untuk Hilirisasi

Camelia Rosa | 20 Januari 2025, 13:19 WIB
Bahlil Minta Izin Prabowo Gunakan Semua  Konsesi Gas Untuk Hilirisasi

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa kedepan seluruh proyek konsesi gas di Indonesia akan digunakan untuk kebutuhan dalam negeri khususnya proyek-proyek hilirisasi. 

Hal ini disampaikan Bahlil dihadapan Presiden RI Prabowo Subianto saat peresmian PLTA Jati Gede di Sumedang dan beberapa proyek ketenagalistrikan lainnya di 18 provinsi.
 
Menurut Bahlil meski saat ini Tanah Air tidak kekurangan pasokan gas namun hal ini perlu dilakukan agar Indonesia tidak mengalami defisit terhadap konsumsi gas. 
 
"Saya minta izin dalam perencanaan kami ke depan seluruh konsesi-konsesi gas yang ada di Indonesia kami akan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri khususnya energi dan bahan baku hilirisasi," jelas Bahlil, Senin (20/1/2025). 
 
Bahlil meyakini, rencana ini mungkin saja akan dilirik oleh negara lain lantaran orientasi Indonesia saat ini menggunakan seluruh proyeksi konsesi gas hanya untuk kebutuhan dalam negeri. 
 
 
Kendati demikian, Bahlil menyebutkan bahwa apabila kebutuhan dalam negeri memang sudah terpenuhi maka ekspor gas mungkin saja bisa dilakukan. 
 
"Jadi ini juga saya yakin bahwa negara lain akan agak sedikit merasa gimana-gimana begitu karena kita sekarang orientasi kita harus memenuhi kebutuhan dalam negeri," katanya.
 
"Kalau kita belum cukup, mohon maaf Bapak Presiden, atas arahan Bapak Presiden, kami belum mengizinkan untuk ekspor. Tapi kalau kebutuhan dalam negeri sudah cukup, kita akan melakukan ekspor," tuturnya lagi.
 
Dalam kesempatan yang sama, Bahlil juga mengungkapkan pada 2025 kebutuhan gas untuk memenuhi 71% energi baru terbarukan (EBT) sejak 2025 hingga 2030 dialokasikan kurang lebih sekitar 1.471 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD). Katanya, angka inipun diproyeksikan akan mengalami kenaikan. 
 
"Pada tahun 2025 kebutuhan gas kita untuk mengcover 71% energi baru terbarukan dari 2025 sampai 2030 itu kurang lebih sekitar 1.471 BBTUD dan diproyeksikan akan mengalami kenaikan di setiap regional dimana pada tahun 2034 kebutuhan gas nasional mencapai 2.659 BBTUD," tukas Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.