Diminta Prabowo Kurangi Impor LPG, Ini Kata Bahlil
Camelia Rosa | 17 Januari 2025, 23:45 WIB

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto meminta agar ke depan impor liquefied petroleum gas (LPG) bisa dikurangi. Pasalnya saat ini konsumsi gas melon itu mencapai 8 juta ton.
Sementara, produksi dalam negeri hanya sebesar 1,4 juta ton. Sehingga volume impor LPG ini mencapai 6 sampai 7 juta ton per tahun.
"Arahan Bapak Presiden adalah bagaimana mempercepat proses mengurangi impor," jelas Bahlil ketika ditemui usai rapat satuan tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dam Ketahanan Energi Nasional di kantornya, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Bahlil menerangkan, untuk mewujudkan permintaan tersebut maka pemerintah akan membangun fasilitas atau pabrik LPG dengan memanfaatkan gas yang mengandung propana (C3) dan butana (C3).
Bahlil menambahkan selain dengan membangun pabrik, pihaknya berupaya untuk mengurangi jumlah konsumsi LPG dengan program jaringan gas untuk rumah tangga (jargas). "Dan selebihnya, kita dorong pada gasifikasi untuk Jargas, jaringan gas kepada rumah tangga," tukas Bahlil.
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, sebelumnya mengatakan bahwa langkah pengembangan Jargas ini diharapkan mampu mengurangi impor LPG sebesar 550 Kilotonnes Per Annum (KTPA).
Langkah ini juga diharapkan dapat menghemat subsidi pemerintah hingga Rp5,6 triliun setiap tahun. Dengan demikian, ketergantungan pada LPG impor dapat ditekan secara bertahap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










