Akurat

Agrikultur Progresif: Pandangan Seorang Petani Muda dalam Menopang Indonesia Emas 2045

Arief Rachman | 14 Januari 2025, 12:53 WIB
Agrikultur Progresif: Pandangan Seorang Petani Muda dalam Menopang Indonesia Emas 2045

AKURAT.CO Sektor pertanian terus menjadi prioritas nasional dalam menghadapi tantangan global.

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menempatkan swasembada pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan sebagai pilar utama kebijakan ekonomi.

Meski demikian, sektor ini masih penuh tantangan, terutama terkait minat generasi muda yang rendah karena stigma bahwa bertani tidak menjamin kesejahteraan.

Di tengah proyeksi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045, Al Fansuri, seorang petani muda dan penggiat agribisnis, membagikan gagasannya dalam buku berjudul Agrikultur Progresif: Menopang Indonesia Emas Lewat Jalur Pertanian.

Karya ini lahir dari keresahan melihat potensi besar pertanian yang belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mempercepat langkah menuju Indonesia Emas.

Baca Juga: Quentin Jakoba Klaim Bakal Bantu Patrick Kluivert di Kepelatihan Timnas Indonesia

“Sektor pertanian adalah tulang punggung ekonomi. Meski kontribusinya terhadap PDB menurun, ia tetap menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat pedesaan. Jika lebih banyak anak muda terlibat, sektor ini bisa menjadi lebih produktif dan kompetitif,” ungkap Al Fansuri.

Namun, Al Fansuri tidak menutup mata terhadap hambatan yang dihadapi para petani, termasuk ketergantungan pada metode konvensional dan minimnya penerapan teknologi modern.

“Keterbatasan teknologi masih menjadi tantangan besar dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.

Buku Agrikultur Progresif menyajikan solusi komprehensif untuk mendukung target pemerintah dengan memperkenalkan transformasi menuju agrikultur progresif—sebuah pendekatan berbasis teknologi canggih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Al Fansuri mendorong penggunaan drone untuk pemantauan tanaman, irigasi berbasis sensor otomatis, dan analitik big data untuk meramalkan hasil panen sebagai bagian dari revolusi pertanian modern.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas petani melalui pendidikan, pelatihan, dan akses pembiayaan yang lebih mudah.

Baca Juga: Warung Kopi Phoenampungan: Ruang Pertemuan dan Pertukaran Gagasan Para Aktivis Nasional

Infrastruktur pertanian yang lebih kuat, mulai dari sistem irigasi hingga jaringan distribusi efisien, disebutnya sebagai elemen penting dalam membangun ekosistem pertanian yang tangguh.

“Pertanian berkelanjutan, seperti agroforestri dan teknik organik, harus diutamakan untuk menghadapi perubahan iklim dan memastikan keseimbangan ekosistem. Ini juga menghasilkan produk yang lebih sehat dan berkualitas,” tambahnya.

Visinya tentang Agrikultur 4.0 melibatkan penerapan kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan blockchain untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi rantai pasok.

Menurut Al Fansuri, penguasaan teknologi ini akan memposisikan pertanian Indonesia sebagai pemain kuat di pasar global.

Secara keseluruhan, Agrikultur Progresif adalah panduan yang relevan dan visioner, menyatukan wawasan praktis dan strategi inovatif.

Buku ini layak dibaca oleh pembuat kebijakan, akademisi, dan siapa saja yang peduli terhadap masa depan pertanian.

Lebih dari sekadar inspirasi, buku ini adalah cetak biru yang membantu Indonesia memaksimalkan potensi pertaniannya dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Baca Juga: Umat Islam akan Terbagi Menjadi 73 Golongan, Mana yang Paling Benar?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.