Strategi PIS Hadapi Tantangan Bisnis di 2025
Hefriday | 13 Januari 2025, 14:36 WIB

AKURAT.CO Pertamina International Shipping (PIS), sebagai Sub Holding Integrated Marine Logistic (SH IML) dan perusahaan tanker terbesar di Asia Tenggara, menyatakan optimisme dalam menghadapi tahun 2025.
Seiring dengan proyeksi membaiknya tren industri perkapalan global, PIS menyiapkan strategi komprehensif untuk memastikan pertumbuhan yang positif dan berkelanjutan.
Direktur Perencanaan Bisnis PIS, Eka Suhendra, mengungkapkan bahwa perusahaan menangkap sinyal positif dari outlook industri global. Salah satu indikator penting adalah laporan Fitch Ratings Global yang mengubah outlook industri perkapalan dari “memburuk” menjadi “stabil” pada 2025.
“PIS tentunya menangkap sinyal positif pasar tersebut dengan rutin melakukan inovasi hingga berhasil mencatat laba sebesar USD280,9 juta pada semester pertama 2024. Pencapaian ini menjadi pemicu PIS menyusun strategi yang cermat untuk menangkap peluang bisnis tahun ini,” ujar Eka dalam keterangannya, Senin (13//1/2025).
Industri perkapalan global mulai menunjukkan tren stabil sejak 2022, di mana kenaikan permintaan terhadap kapal baru menjadi salah satu indikator utama. Pada 2024, stabilitas tersebut terus terjaga dengan Global Seaborne Trade diperkirakan mencapai 66,551 miliar ton-mil dan rata-rata pertumbuhan permintaan sebesar 6,5% .
Tarif pengiriman global juga mencatat kenaikan signifikan, yaitu sebesar 35% di atas rata-rata tarif pengiriman selama sepuluh tahun terakhir. “Sinyal positif industri di tahun ini juga ditambah dengan kepastian hasil pemilu AS, yang menunjukkan bahwa angkutan oil and gas pada tahun-tahun mendatang masih menarik,” tambah Eka.
Meskipun outlook industri terlihat cerah, Eka Suhendra mengakui bahwa tantangan tetap membayangi bisnis perkapalan. Beberapa di antaranya adalah dinamika geopolitik, tekanan regulasi internasional, dan volatilitas harga energi yang berpotensi memengaruhi aktivitas PIS.
“PIS akan menyiasati tantangan tersebut dengan meningkatkan asuransi, mencari rute yang lebih aman, serta membuka peluang diversifikasi muatan green cargo untuk meredam gejolak harga energi yang fluktuatif,” jelas Eka.
PIS menatap 2025 sebagai masa transisi penting menuju pelayaran yang lebih ramah lingkungan. Dalam menyikapi perubahan peta jalan transisi energi global, perusahaan ini telah menyiapkan berbagai langkah strategis.
Pertama, yaitu modernisasi armada dengan teknologi dual-fuel. PIS berinvestasi pada teknologi bahan bakar ganda (dual-fuel) untuk armada mereka. Teknologi ini memungkinkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, yang sekaligus memenuhi standar emisi internasional.
Kedua, investasi pada alat hemat energi (energy-saving devices) dilakukan untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus menekan emisi karbon. Ketiga, digitalisasi operasional, ini menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi operasional, mulai dari navigasi hingga manajemen logistik.
Terakhir, pembangunan terminal ramah lingkungan, PIS berkomitmen membangun terminal ramah lingkungan (green terminal) sebagai bagian dari pendekatan keberlanjutan mereka.
Menurut Eka, dengan langkah-langkah ini, PIS tidak hanya memenuhi standar emisi global, tetapi juga menjadi pionir dalam pelayaran berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara dan global.
“Kami juga fokus memanfaatkan momentum stabilitas pasar dengan menetapkan tarif yang kompetitif, memperluas jangkauan rute internasional, serta mengadopsi teknologi ramah lingkungan untuk memenuhi tuntutan industri yang semakin berorientasi pada keberlanjutan,” tambah Eka.
Sebagai bagian dari grup Pertamina, PIS memanfaatkan sinergi dengan anak perusahaan lain, seperti PT Pertamina Trans Kontinental dan PT Pertamina Energy Terminal, untuk mendukung kebutuhan logistik yang lebih terintegrasi.
Melalui kolaborasi ini, PIS dapat memastikan efisiensi dalam rantai pasok, mulai dari transportasi hingga distribusi energi. Sinergi ini juga menjadi keunggulan strategis dalam menghadapi dinamika pasar global yang semakin kompleks.
“Dengan strategi ini, kami yakin dapat menjaga pertumbuhan positif dan memperkuat posisi sebagai penyokong ketahanan energi nasional, sekaligus pemain signifikan di industri perkapalan global,” tegas Eka.
Langkah strategis PIS dalam menghadapi tantangan dan peluang tahun 2025 mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan beradaptasi. Dalam jangka panjang, PIS bertujuan tidak hanya menjadi pemain utama di kawasan Asia Tenggara tetapi juga bersaing di kancah global.
Eka menekankan pentingnya memanfaatkan momentum stabilitas pasar untuk mendukung transformasi perusahaan. Dengan strategi yang berorientasi pada keberlanjutan, modernisasi, dan efisiensi, PIS optimistis dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat luas.
“Ke depan, kami tidak hanya akan fokus pada performa finansial, tetapi juga pada dampak sosial dan lingkungan yang positif. Dengan demikian, PIS dapat menjadi pelopor dalam membangun masa depan pelayaran yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tukas Eka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









