Akurat

Prabowo Instruksikan Setop Impor Beras, Gula, Jagung, dan Garam Mulai 2025

Arief Rachman | 30 Desember 2024, 22:32 WIB
Prabowo Instruksikan Setop Impor Beras, Gula, Jagung, dan Garam Mulai 2025

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Senin (30/12/2024), Prabowo memerintahkan penghentian impor beras, gula konsumsi, jagung, dan garam mulai tahun 2025.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, yang akrab disapa Zulhas, menyampaikan arahan tersebut dalam konferensi pers setelah rapat.

“Alhamdulillah, tadi dalam rapat, kita memutuskan tidak akan ada impor beras, jagung, gula konsumsi, dan garam pada 2025. Jadi, tidak ada kuota impor untuk komoditas ini," ujar Zulhas.

Selain larangan impor, rapat tersebut juga menghasilkan keputusan penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Presiden menyetujui kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah dari Rp6.000 menjadi Rp6.500 per kilogram.

Baca Juga: Google Fokuskan 2025 sebagai Tahun ‘Kritis’ untuk AI Gemini

Sementara itu, harga acuan pembelian (HAP) jagung dinaikkan dari Rp5.000 menjadi Rp5.500 per kilogram.

Zulhas mengungkapkan keputusan ini diambil setelah melalui diskusi panjang dalam rapat.

“Ini kabar gembira untuk petani. Harga gabah dan jagung naik. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen menampung seluruh hasil panen petani sesuai harga yang telah ditetapkan," jelasnya.

Hasil panen tersebut nantinya akan disimpan di gudang milik Bulog, koperasi induk, dan gudang resi yang tersebar di berbagai wilayah.

Rapat yang berlangsung sekitar dua jam ini dihadiri oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, serta Direktur Utama Perum Bulog Wahyu Suparyono.

Prabowo juga mengundang beberapa menteri terkait seperti Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, dan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni untuk membahas program ketahanan pangan pemerintah secara menyeluruh.

Baca Juga: iPhone 17 Dikabarkan Akan Hadir dengan Refresh Rate Lebih Tinggi

Langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat sektor pertanian domestik.

“Ini bukan hanya keputusan strategis, tetapi juga bersejarah untuk mendukung petani kita," tutup Zulhas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.