Menteri Erick dan Menteri PPA Kerja Sama Tingkatkan Layanan untuk Perempuan dan Anak
Hefriday | 24 Desember 2024, 13:45 WIB

AKURAT.CO Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi menggelar pertemuan strategis untuk menyelaraskan program kerja kedua kementerian.
Pertemuan yang berlangsung di Jakarta pada Selasa (24/12/2024) ini bertujuan memperkuat pelayanan masyarakat, terutama dalam perlindungan perempuan dan anak.
Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, sinkronisasi program ini dilakukan sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. “Kesejahteraan keluarga adalah fondasi utama dalam mencapai visi tersebut,” ujar Erick.
Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menyatakan kesiapan Kementerian BUMN membantu meningkatkan layanan pengaduan masyarakat yang dikelola Kementerian PPPA. Ia menekankan pentingnya modernisasi teknologi pada pusat panggilan (call center) yang selama ini didukung oleh PT Telkom Indonesia.
"Kami akan melakukan pembaruan teknologi untuk meningkatkan kecepatan dan efektivitas penanganan pengaduan masyarakat terkait perempuan dan anak," ungkap Erick. Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan solusi lebih cepat atas permasalahan yang dilaporkan oleh masyarakat.
Sementara itu, Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi menjelaskan bahwa kolaborasi dengan Kementerian BUMN juga mencakup dua program prioritas lainnya, yakni Ruang Bersama Indonesia dan integrasi data terkait perempuan dan anak berbasis desa. Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan melindungi hak-hak perempuan serta anak di seluruh pelosok Indonesia.
"Program-program ini akan kami jalankan secara kolaboratif untuk meminimalkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, sekaligus memperkuat pendidikan keluarga," tutur Arifah.
Arifah menambahkan, salah satu sasaran utama kolaborasi ini adalah memperkuat layanan di tingkat desa. Ia berharap kerja sama ini dapat memberdayakan perempuan desa dan memberikan perlindungan yang lebih baik kepada anak-anak. "Kami ingin perempuan Indonesia menjadi lebih kuat dan anak-anak terlindungi di setiap lapisan masyarakat," imbuhnya.
Selain peningkatan call center, PT Telkom Indonesia sebagai BUMN di bidang telekomunikasi akan memainkan peran penting dalam implementasi teknologi pendukung. Modernisasi infrastruktur digital ini diharapkan tidak hanya mempercepat pengaduan masyarakat, tetapi juga menyediakan data yang lebih akurat untuk analisis kebijakan.
Erick Thohir menekankan, kolaborasi ini adalah langkah nyata dalam membangun Indonesia yang lebih sejahtera dan inklusif. “Pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak adalah elemen penting untuk menciptakan generasi unggul yang akan membawa Indonesia menuju visi 2045,” katanya.
Langkah kolaboratif ini mendapat respons positif dari berbagai pihak. Aktivis perempuan dan anak memandang inisiatif ini sebagai upaya progresif untuk mengatasi masalah kekerasan domestik dan meningkatkan akses terhadap pendidikan.
Baik Erick maupun Arifah berharap, kerja sama lintas kementerian ini akan menjadi contoh bagi sinergi antarlembaga lainnya. Dengan memperkuat koordinasi dan berbagi sumber daya, tujuan melindungi perempuan dan anak dapat dicapai lebih cepat.
Melalui program-program prioritas seperti Ruang Bersama Indonesia, integrasi data berbasis desa, dan peningkatan teknologi call center, Kementerian BUMN dan Kementerian PPPA berkomitmen untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Langkah ini juga diharapkan dapat menjadi model kolaborasi lintas sektor dalam mencapai tujuan pembangunan nasional.
Kolaborasi strategis ini menegaskan pentingnya pendekatan inklusif dan teknologi untuk mendukung kesejahteraan masyarakat. Dengan visi yang sama, Erick dan Arifah optimistis bahwa perempuan dan anak-anak Indonesia akan mendapat perlindungan yang lebih baik di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










