LNSW Perkuat Pelaku Industri Logistik Nasional Lewat Digitalisasi
Hefriday | 6 Desember 2024, 21:10 WIB

AKURAT.CO Pemerintah Indonesia terus berupaya memperkuat sektor logistik guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Salah satu langkah strategis diwujudkan oleh Lembaga National Single Window (LNSW) Kementerian Keuangan dengan mengoptimalkan layanan berbasis digital melalui Sistem Indonesia National Single Window (SINSW).
Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai layanan terkait ekspor, impor, dan logistik secara terpusat. Menurut Kepala LNSW, Oza Olavia, transformasi digital dalam pengelolaan logistik sangat penting untuk menciptakan efisiensi waktu dan biaya.
“Kami ingin memastikan bahwa tugas-tugas di LNSW, khususnya pengelolaan Indonesia National Single Window (INSW), dapat dipahami capaian dan kinerjanya. Transformasi ini tidak hanya mendukung efisiensi, tetapi juga memperkuat ekosistem logistik nasional,” ujarnya dalam media gathering APBN Dorong Penguatan Logistik Guna Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi, di Jakarta (6/12/2024).
Salah satu indikator keberhasilan transformasi ini adalah penurunan angka dwelling time nasional. Data menunjukkan bahwa rata-rata dwelling time pada 2023 tercatat sebesar 2,62 hari, menurun drastis dari 7 hari pada tahun-tahun sebelumnya.
LNSW juga berperan aktif dalam implementasi National Logistics Ecosystem (NLE) sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2020. Saat ini, NLE telah diimplementasikan di 52 pelabuhan dan 7 bandara, mencakup hampir seluruh dokumen ekspor-impor nasional.
Beberapa layanan unggulan NLE, seperti Delivery Order Online, Surat Penyerahan Petikemas (SP2) Online, dan Single Submission (SSm), terbukti menciptakan efisiensi signifikan. Misalnya, penerapan SP2 Online menghasilkan efisiensi waktu hingga 47% dan biaya sebesar 32,4%.
Oza menambahkan bahwa INSW akan terus dikembangkan untuk memperkuat layanan kepelabuhanan melalui Maritime Single Window. Langkah ini juga sejalan dengan mandat International Maritime Organization (IMO). Selain itu, pengembangan mekanisme tracking and tracing barang dan dokumen turut menjadi prioritas untuk meningkatkan Logistics Performance Index (LPI) Indonesia.
Di era digitalisasi, LNSW memanfaatkan teknologi mutakhir seperti AI, data analytics, machine learning, dan blockchain. Teknologi ini memungkinkan pengolahan data logistik menjadi informasi strategis yang mendukung efektivitas distribusi komoditas di Indonesia. "Kami tengah berupaya mengembangkan layanan digital trade seperti e-invoice dan e-B/L untuk mendukung perdagangan internasional," jelas Oza.
Kerja sama antar kementerian/lembaga menjadi kunci sukses transformasi ini. LNSW telah terintegrasi dengan 18 kementerian/lembaga untuk menyinkronkan berbagai perizinan yang terkait ekspor dan impor.
Contohnya, izin persetujuan impor dari Kementerian Perdagangan kini terhubung dengan persetujuan teknis Kementerian Perindustrian, menciptakan proses yang lebih cepat dan terkoordinasi.
Oza juga menyoroti pentingnya dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk menjaga keberlanjutan transformasi digital ini. “APBN menjadi tulang punggung dalam mendorong inovasi di sektor logistik, termasuk dalam pengembangan sistem dan infrastruktur digital,” katanya.
Dengan beragam upaya ini, LNSW optimis bahwa Indonesia dapat mengurangi biaya logistik yang tinggi dan meningkatkan daya saing di pasar global. Efisiensi yang dicapai tidak hanya bermanfaat bagi pelaku usaha, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 6Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK








