Mengenal Trumpnomics, Tarif Agresif Trump dan Dampaknya ke Ekonomi Global
Demi Ermansyah | 30 November 2024, 16:34 WIB

AKURAT.CO Tarif adalah pajak yang dikenakan oleh pemerintah terhadap barang-barang yang diimpor atau diekspor. Tujuan utamanya adalah melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang luar negeri yang lebih murah dan meningkatkan pendapatan negara.
Dalam perdagangan internasional, tarif juga digunakan sebagai alat kebijakan untuk mengatur arus barang serta menjaga keseimbangan antara ekspor dan impor. Sebagai contoh, negara yang ingin melindungi sektor manufakturnya dari produk impor murah mungkin akan memberlakukan tarif tinggi pada barang tersebut.
Melansir Business Insider, Sabtu (30/11/2024), kebijakan tarif saat ini menjadi sorotan besar selama masa kepresidenan Donald Trump di Amerika Serikat. Trump menerapkan kebijakan tarif agresif yang menyasar banyak sektor, terutama barang-barang impor dari China.
Melansir Business Insider, Sabtu (30/11/2024), kebijakan tarif saat ini menjadi sorotan besar selama masa kepresidenan Donald Trump di Amerika Serikat. Trump menerapkan kebijakan tarif agresif yang menyasar banyak sektor, terutama barang-barang impor dari China.
Langkah ini bertujuan melindungi pekerja dan industri lokal AS dari praktik perdagangan yang dianggap tidak adil, seperti dumping, yaitu menjual barang di bawah harga pasar, atau subsidi besar-besaran oleh negara produsen.
Trump bahkan memberlakukan tarif hingga 25% pada baja dan 10% pada aluminium impor, serta menetapkan tarif tambahan pada barang-barang senilai miliaran dolar dari China.
Baca Juga: Tak Cuma China, Ekonomi Global Turut Dirugikan oleh Tarif Agresif Trump
Namun, kebijakan tarif ini menimbulkan pertanyaan, Siapa sebenarnya yang membayar tarif tersebut? Secara teknis, tarif dibebankan kepada importir yang membawa barang ke dalam negeri.
Namun, kebijakan tarif ini menimbulkan pertanyaan, Siapa sebenarnya yang membayar tarif tersebut? Secara teknis, tarif dibebankan kepada importir yang membawa barang ke dalam negeri.
Akan tetapi dalam praktiknya, biaya tambahan ini biasanya diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Misalnya, perusahaan di Amerika yang mengimpor barang dari China dengan tarif 25% mungkin akan menaikkan harga jualnya untuk menutupi biaya tersebut. Artinya, konsumen akhirnya menjadi pihak yang menanggung beban tarif.
Tidak semua perusahaan memilih untuk membebankan tarif langsung kepada konsumen. Beberapa perusahaan menyerap sebagian atau seluruh biaya tarif untuk tetap kompetitif di pasar.
Tidak semua perusahaan memilih untuk membebankan tarif langsung kepada konsumen. Beberapa perusahaan menyerap sebagian atau seluruh biaya tarif untuk tetap kompetitif di pasar.
Akan tetapi, strategi ini dapat menggerus keuntungan mereka dalam jangka panjang. Sementara itu, untuk konsumen, kenaikan harga barang-barang impor dapat membatasi akses mereka terhadap produk tertentu atau memaksa mereka beralih ke barang lokal, yang mungkin tidak selalu tersedia dalam jumlah atau kualitas yang sesuai.
Tarif tidak hanya mempengaruhi harga barang impor, tetapi juga berdampak pada rantai pasokan global. Dalam era globalisasi, banyak produk dibuat menggunakan komponen dari berbagai negara. Ketika tarif dikenakan pada salah satu komponen tersebut, seluruh rantai produksi dapat terganggu.
Tarif tidak hanya mempengaruhi harga barang impor, tetapi juga berdampak pada rantai pasokan global. Dalam era globalisasi, banyak produk dibuat menggunakan komponen dari berbagai negara. Ketika tarif dikenakan pada salah satu komponen tersebut, seluruh rantai produksi dapat terganggu.
Sebagai contoh, tarif pada baja dan aluminium selama era Trump menyebabkan harga bahan baku ini di Amerika Serikat melonjak. Akibatnya, sektor otomotif dan konstruksi yang sangat bergantung pada kedua bahan ini juga menaikkan harga produk mereka.
Salah satu dampak positif yang diharapkan dari tarif adalah melindungi industri dalam negeri dengan mengurangi persaingan dari produk impor murah. Namun, efektivitasnya sering kali bergantung pada kemampuan industri lokal untuk memenuhi permintaan pasar.
Salah satu dampak positif yang diharapkan dari tarif adalah melindungi industri dalam negeri dengan mengurangi persaingan dari produk impor murah. Namun, efektivitasnya sering kali bergantung pada kemampuan industri lokal untuk memenuhi permintaan pasar.
Jika produk lokal tidak mampu bersaing dari segi harga atau kualitas, maka konsumen tetap akan mencari produk impor, meskipun lebih mahal. Ini membuat tarif hanya menjadi beban tambahan bagi konsumen tanpa memberikan manfaat signifikan bagi produsen lokal.
Dalam jangka panjang, kebijakan tarif dapat memicu perang dagang antar negara. Negara-negara yang terkena tarif seringkali membalas dengan memberlakukan tarif pada produk dari negara asal tarif tersebut.
Dalam jangka panjang, kebijakan tarif dapat memicu perang dagang antar negara. Negara-negara yang terkena tarif seringkali membalas dengan memberlakukan tarif pada produk dari negara asal tarif tersebut.
Ini menciptakan siklus saling balas yang memperlambat perdagangan global dan mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Selain itu, perang dagang dapat merugikan konsumen dan pelaku bisnis di kedua belah pihak, karena harga barang menjadi lebih mahal dan akses terhadap pasar internasional semakin sulit.
Di sisi lain, tarif juga dapat dilihat sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi produksi dalam negeri. Misalnya, dengan melindungi industri tertentu, negara memberikan ruang bagi produsen lokal untuk tumbuh dan berkembang tanpa harus bersaing langsung dengan barang import murah.
Di sisi lain, tarif juga dapat dilihat sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi produksi dalam negeri. Misalnya, dengan melindungi industri tertentu, negara memberikan ruang bagi produsen lokal untuk tumbuh dan berkembang tanpa harus bersaing langsung dengan barang import murah.
Namun, hal ini memerlukan perencanaan yang matang dan dukungan kebijakan lain, seperti subsidi atau insentif untuk pelaku usaha lokal, agar dapat benar-benar menciptakan ekosistem industri yang kompetitif.
Pada masa pemerintahan Trump, kebijakan tarif menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada impor, terutama dari China. Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mendorong investasi dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja di sektor manufaktur.
Pada masa pemerintahan Trump, kebijakan tarif menjadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengurangi ketergantungan Amerika Serikat pada impor, terutama dari China. Kebijakan ini juga dimaksudkan untuk mendorong investasi dalam negeri dan menciptakan lapangan kerja di sektor manufaktur.
Namun, kritikus berpendapat bahwa pendekatan ini terlalu agresif dan berisiko memperburuk hubungan dagang dengan mitra internasional.
Kesimpulannya, tarif adalah instrumen penting dalam kebijakan perdagangan internasional, tetapi dampaknya sangat kompleks. Meskipun tarif bertujuan melindungi industri lokal, konsumen seringkali menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya dalam bentuk kenaikan harga barang.
Kesimpulannya, tarif adalah instrumen penting dalam kebijakan perdagangan internasional, tetapi dampaknya sangat kompleks. Meskipun tarif bertujuan melindungi industri lokal, konsumen seringkali menjadi pihak yang paling merasakan dampaknya dalam bentuk kenaikan harga barang.
Kebijakan tarif harus dirancang dengan hati-hati untuk memastikan bahwa manfaatnya lebih besar daripada kerugiannya, baik bagi ekonomi domestik maupun hubungan dagang internasional.
Dengan pertimbangan matang, tarif dapat menjadi alat efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan melindungi kepentingan nasional. Namun, jika tidak diimbangi dengan kebijakan lain yang mendukung, tarif justru bisa menjadi beban bagi konsumen dan pelaku bisnis di negara pengimpor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










