Bahlil Sebut RI Atur Pasokan dan Permintaan Bijih Nikel Agar Harga Stabil

AKURAT.CO Indonesia berupaya mengelola pasokan dan permintaan bijih nikel guna menjaga stabilitas harga, ungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pada Jumat (18/10/2024). Pernyataan ini muncul di tengah laporan mengenai keterlambatan dalam proses persetujuan kuota yang memaksa beberapa smelter mengimpor bijih nikel dari Filipina.
Dikutip dari Reuters, sebagai salah satu produsen utama bijih nikel, Indonesia tahun ini telah mengubah masa berlaku dokumen kuota pertambangannya, dikenal sebagai Rencana Kerja dan Anggaran Belanja (RKAB), dari satu tahun menjadi tiga tahun. Meski begitu, volume penambangan akan tetap ditentukan setiap tahun.
Bahlil menjelaskan bahwa harga dan permintaan dari smelter akan digunakan sebagai parameter dalam menghitung keseimbangan pasar. Meskipun ia tidak memberikan target harga spesifik, ia menyebutkan bahwa harga referensi mineral bulanan dari pemerintah dapat dijadikan panduan.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan bahwa kuota pertambangan tidak boleh hanya terpusat pada pemain besar agar penambang lokal yang lebih kecil juga dapat berkembang. "Kami berharap industri juga membeli bijih dari penambang yang tidak memiliki smelter," ujarnya.
Masa jabatan Bahlil sebagai Menteri ESDM dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo akan berakhir dalam dua hari, namun ia telah diminta untuk bergabung dalam pemerintahan baru oleh presiden terpilih, Prabowo Subianto, yang akan dilantik pada hari Minggu.
Langkah pengelolaan bijih nikel ini diharapkan dapat mendukung stabilitas harga komoditas strategis tersebut serta memperkuat industri pertambangan di Indonesia dan memastikan keberlanjutan pertumbuhan bagi penambang kecil di tengah dominasi pemain besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 5Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 6Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 7Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 8Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 9Pemerintah Pastikan Fundamental Ekonomi Tetap Kuat
- 10Harga Cabai Berangsur Turun Awal November









