Akurat

Alternatif Dewan Logistik Nasional

Hefriday | 10 Oktober 2024, 12:40 WIB
Alternatif Dewan Logistik Nasional

AKURAT.CO Usulan pembentukan Dewan Logistik Nasional sebagai one stop service penyelesaian isu-isu atau masalah terkait logistik mendapat tanggapan beragam.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Esther Sri Astuti misalnya, memberikan pandangan yang berbeda. Menurutnya, pembentukan lembaga baru seperti Dewan Logistik Nasional justru akan menambah beban pengeluaran negara.

"Waduh kebanyakan badan, mbak. Kalo banyak lembaga malah banyak pengeluaran rutin. Jika hal ini terjadi maka beban APBN semakin berat," ungkap Esther saat dihubungi Akurat.co, Kamis (10/10/2024).

Baca Juga: Dilema Dewan Logistik Nasional

Menurut Esther, pengelolaan logistik sebenarnya dapat dilakukan dengan lebih efisien tanpa perlu menambah lembaga baru. Ia menyarankan agar masalah logistik ditangani melalui Kementerian Perhubungan, dengan fokus pada pengaturan tarif transportasi. 

Menurutnya, jika biaya transportasi bisa ditekan atau bahkan disubsidi, biaya logistik secara keseluruhan juga akan menurun. "Kalo bicara logistik bisa diatur lewat Kementerian Perhubungan tarif transportasi agar biaya angkutan tidak mahal. Sehingga biayanya jadi lebih murah, apalagi kalo dikasih subsidi," tambah Esther.

Pandangan ini menunjukkan dua pendekatan yang berbeda dalam menyelesaikan tantangan logistik nasional. Di satu sisi, ada pandangan pembentukan lembaga khusus untuk menciptakan efisiensi dan integrasi sistem logistik. 
 
Di sisi lain, Esther berpendapat bahwa fokus pada pengaturan tarif transportasi dan memaksimalkan lembaga yang sudah ada, seperti Kementerian Perhubungan, dapat menjadi solusi tanpa menambah beban fiskal negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa