Update Harga Pangan Hari Ini: Cabai dan Bawang Merah Terus Naik
Hefriday | 5 Oktober 2024, 18:04 WIB

AKURAT.CO Pada Sabtu (5/10/2024), Badan Pangan Nasional (Bapanas) merilis data yang mencatat kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di Indonesia. Lonjakan harga ini terjadi pada berbagai komoditas pokok yang sangat mempengaruhi biaya hidup masyarakat, terutama di sektor ritel.
Kenaikan harga pangan sering kali menjadi perhatian, tetapi kali ini terdapat pola yang lebih menarik, yakni dinamika antara komoditas yang mengalami kenaikan dan penurunan harga, menggambarkan kondisi pasar yang fluktuatif.
Salah satu yang paling menonjol adalah cabai merah keriting dengan lonjakan 12,29% menjadi Rp34.900 per kg. Kemudian cabai rawit merah turut mengalami kenaikan signifikan sebesar Rp5.270 menjadi Rp49.800 per kilogram (kg), atau naik 11,83%. Tren kenaikan harga pada kedua komoditas cabai ini merupakan sinyal adanya masalah dalam pasokan atau peningkatan permintaan yang drastis.
Namun, fenomena ini tidak hanya terjadi pada cabai. Bawang merah juga mencatat kenaikan yang tajam sebesar 13,79%, menjadi Rp32.100 per kg, sementara bawang putih bonggol naik 4,23% menjadi Rp41.410 per kg. Ini menunjukkan adanya gangguan rantai pasok pada produk pertanian yang sensitif terhadap kondisi cuaca dan distribusi.
Kenaikan harga tidak hanya terbatas pada sayuran. Beras, yang merupakan komoditas pokok utama masyarakat Indonesia, juga mengalami kenaikan pada semua kategori, baik beras premium yang naik 2,77% menjadi Rp15.940 per kg, maupun beras medium yang naik 4,34% menjadi Rp14.170 per kg. Kenaikan harga ini juga terjadi pada beras stabilitas pasokan dan harga pangan (SPHP) yang dikelola oleh Bulog, yang naik 1,11 persen menjadi Rp12.700 per kg.
Menariknya, meskipun beberapa komoditas mengalami lonjakan harga, terdapat juga penurunan harga yang signifikan pada beberapa produk lain, seperti daging sapi murni, yang turun 5,64% menjadi Rp138.660 per kg, dan ikan kembung, yang turun 3,09% menjadi Rp36.040 per kg. Penurunan ini bisa jadi disebabkan oleh melimpahnya pasokan atau turunnya permintaan terhadap komoditas tersebut.
Selain itu, minyak goreng curah mengalami penurunan 8%, menjadi Rp15.070 per kg, di tengah kenaikan harga minyak goreng kemasan sederhana sebesar 3,75%. Ini menggambarkan perbedaan antara permintaan dan preferensi masyarakat terhadap jenis minyak goreng yang digunakan.
Kondisi yang sama terlihat pada jagung, yang naik 15,59% menjadi Rp6.970 per kg di tingkat peternak. Kenaikan ini bisa dikaitkan dengan peningkatan permintaan dari sektor peternakan, khususnya pakan ternak, yang turut memengaruhi harga produk-produk lainnya, seperti daging ayam ras, yang naik 12,71% menjadi Rp38.660 per kg, dan telur ayam ras, yang naik 4,72% menjadi Rp29.740 per kg.
Dari keseluruhan data ini, dapat disimpulkan bahwa pasar pangan di Indonesia sedang berada dalam kondisi yang dinamis dan berfluktuasi. Faktor-faktor seperti cuaca, distribusi, dan permintaan menjadi pendorong utama di balik kenaikan dan penurunan harga komoditas pangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










