Akurat

Bahlil: EBT Itu Wajib, Bukan Pilihan

Demi Ermansyah | 21 September 2024, 19:06 WIB
Bahlil: EBT Itu Wajib, Bukan Pilihan

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) dan penerapan industri hijau merupakan sebuah keharusan dan bukan merupakan pilihan.

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, mengikuti tren global yang terus beralih ke energi bersih. Oleh karena itu, Indonesia wajib mengambil peran strategis dengan mengedepankan pelestarian alam serta pengoptimalan energi bersih.

"Hari ini, dunia berbicara tentang green energy dan green industry yang berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang. Jadi, saya pikir kita tidak memiliki pilihan lain," ucapnya di Jakarta.

Baca Juga: Bahlil Yakin RI Bisa Capai Target NZE

Kedepan, tambahnya, pembangunan yang berorientasi pada lingkungan harus menjadi bagian penting. Tak hanya itu saja Bahlil menambahkan bahwa tren penggunaan energi ramah lingkungan bahkan telah merambah sektor perbankan.

Di berbagai negara, termasuk Eropa, bank-bank kini mempersyaratkan adanya rekomendasi dari lembaga lingkungan untuk memberikan pembiayaan. "Di Eropa dan beberapa negara lainnya, perbankan hanya akan memberikan kredit jika ada rekomendasi dari lembaga-lembaga pemerhati lingkungan," ungkapnya.

Bahlil optimistis, Indonesia memiliki potensi besar untuk memaksimalkan pemanfaatan energi hijau. Dengan berbagai sumber daya energi terbarukan yang melimpah, Indonesia dinilai memiliki kapasitas yang cukup untuk berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon.

"Kita memiliki kemampuan luar biasa terhadap sumber daya alam. Energi terbarukan kita cukup melimpah," kata Bahlil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.