Akurat

Fitch Turunkan Peringkat Kredit Israel, Peringatkan Perang Bisa Berlangsung hingga 2025

Sulthony Hasanuddin | 13 Agustus 2024, 10:43 WIB
Fitch Turunkan Peringkat Kredit Israel, Peringatkan Perang Bisa Berlangsung hingga 2025

AKURAT.CO Lembaga pemeringkat kredit Fitch telah menurunkan peringkat kredit Israel dari "A-plus" menjadi "A", seiring peningkatan risiko geopolitik yang semakin memburuk dengan berlanjutnya perang di Gaza.

Fitch juga mempertahankan prospek peringkat kredit negatif, yang berarti penurunan lebih lanjut mungkin terjadi.

Perang Israel di Gaza, yang dipicu oleh serangan lintas batas oleh kelompok Hamas pada 7 Oktober, telah merenggut ribuan nyawa dan menyebabkan krisis kemanusiaan yang serius.

Baca Juga: Mengapa Hamas Tolak Hadiri Pembicaraan Kesepakatan Gencatan Senjata dan Pembebasan Sandera pada Kamis?

Fitch memperingatkan bahwa konflik ini bisa berlanjut hingga 2025, dengan potensi menyebar ke front lain di Timur Tengah.

Sebagai tanggapan, Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, menyatakan bahwa penurunan peringkat ini adalah konsekuensi alami dari perang dan risiko geopolitik yang dihasilkan.

Penurunan peringkat kredit ini juga memicu pelemahan nilai mata uang shekel Israel hingga 1,7% terhadap dolar AS, serta penurunan indeks saham di Tel Aviv.

Fitch memperkirakan bahwa ketegangan yang meningkat antara Israel, Iran, dan sekutunya dapat menyebabkan peningkatan signifikan dalam pengeluaran militer, kerusakan infrastruktur, dan gangguan aktivitas ekonomi serta investasi.

Pemerintah Israel diprediksi akan meningkatkan pengeluaran militer sebesar 1,5% dari PDB dibandingkan sebelum perang, untuk memperkuat pertahanan perbatasannya.

Baca Juga: Pemimpin Barat Bersatu Serukan Iran Tahan Diri, Risiko Perang Regional Menghantui

Selain itu, keuangan publik Israel telah terpukul, dengan proyeksi defisit anggaran mencapai 7,8% dari PDB pada 2024, dan utang negara diperkirakan akan tetap di atas 70% dari PDB dalam jangka menengah.

Fitch juga mengingatkan bahwa jika pengeluaran militer yang tinggi dan ketidakpastian ekonomi berlanjut, utang Israel bisa terus meningkat melampaui 2025.

Fitch menyoroti bahwa faktor-faktor lain yang turut mendorong penurunan peringkat kredit ini adalah keretakan politik, politik koalisi, dan kebutuhan militer yang mengancam langkah-langkah konsolidasi fiskal baru.

Fitch menjadi lembaga pemeringkat kredit ketiga yang menurunkan peringkat kredit Israel sejak pecahnya perang, menyusul langkah yang sama dari S&P dan Moody's.

Baca Juga: Iran Siap Balas Israel, AS Kerahkan Kapal Selam Bertenaga Nuklir ke Timur Tengah

Pada April lalu, Fitch telah mengeluarkan Israel dari status "outlook negatif" dan mengafirmasi peringkat kredit A+ negara tersebut, tetapi dengan prospek negatif, dengan alasan ketidakpastian terkait durasi dan dampak perang terhadap beban utang pemerintah.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Asmara 13 Agustus 2024: Gemini Harus Siap dengan Tantangan Baru!

Sebagai respons terhadap penurunan peringkat ini, Kepala Akuntan Kementerian Keuangan Israel, Yali Rothenberg, mendesak pemerintah untuk segera menyusun anggaran negara yang bertanggung jawab untuk tahun 2025 guna menciptakan kepastian bagi perekonomian Israel, investor, dan lembaga pemeringkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.