Akurat

Food Ingredients Asia 2024 Dukung Keberlanjutan Industri Mamin

Silvia Nur Fajri | 22 Juli 2024, 16:53 WIB
Food Ingredients Asia 2024 Dukung Keberlanjutan Industri Mamin

AKURAT.CO Keberlanjutan menjadi fokus utama dalam industri makanan dan minuman di Asia, sebagaimana terlihat dalam antusiasme terhadap pameran Food Ingredients Asia yang terus meningkat setiap tahunnya.

Menurut Chairman GAPMMI, Ir. Adhi S. Lukman, peningkatan partisipasi di pameran ini menunjukkan keseriusan para pelaku industri terhadap isu keberlanjutan. 

"Antusiasme terhadap Food Ingredients Asia saya kira cukup bagus, ya. Karena dari tahun ke tahun saya dapat laporan dari Nisros naik," ujar Ardhi dalam acara Press conference di Artotel Gelora Senayan Hotel, Jakarta, Senin (22/7/2024).

Selanjutnya, Adhi menegaskan bahwa isu keberlanjutan mencakup berbagai aspek penting, seperti bahan baku, pemeliharaan lingkungan, konservasi air, dan pengelolaan sumber daya lainnya. 

"Bahkan sekarang banyak perusahaan, khususnya perusahaan besar, yang sudah mulai punya bagian sendiri bahkan sampai level direktur, direktur sustainability. Karena dianggap ini sangat penting sekali," jelasnya.

Baca Juga: Kemenperin Siapkan Insentif Restrukturisasi Mesin dan Peralatan Industri Mamin

Keberlanjutan juga dipengaruhi oleh regulasi yang semakin ketat di berbagai negara. Sebagai contoh, Adhi menyebutkan bahwa di Eropa, mulai tahun 2025, akan diterapkan European Green Deal yang melarang ekspor produk turunan dari perkebunan yang mengandung deforestasi. Hal ini tentu berpengaruh pada industri makanan dan minuman. 

"Ini juga harus menjadi perhatian dari industri makanan dan minuman," tegasnya.

Selain regulasi, keberlanjutan juga mencakup pengelolaan sumber daya air yang sangat krusial bagi industri makanan dan minuman. Adhi menekankan pentingnya konservasi air dan pengolahan limbah untuk menjaga lingkungan. 

"Kita industri boleh memakai air tapi menjadi prioritas yang paling rendah setelah yang lain-lain seperti itu," ucapnya.

Perkembangan industri makanan dan minuman global, termasuk di Indonesia, terus meningkat seiring dengan kebutuhan ekspor impor. Data dari Food Industry Asia memperkirakan total pengeluaran untuk makanan di Asia akan mencapai USD8 triliun pada 2030. Pertumbuhan ini juga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan akan produk makanan yang sehat, segar, aman, dan berkelanjutan. 

Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024, yang akan diselenggarakan pada 4-6 September 2024 di Jakarta International Expo, menjadi ajang penting bagi industri ini. Acara ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi, jejaring, berbagi pengetahuan dan teknologi terbaru di bidang bahan baku pangan, serta menjajaki peluang bisnis di industri makanan dan minuman. 

"Ini menjadi salah satu dari industri makanan-minuman untuk mencari sumber-sumber baru yang bisa menunjang keberlanjutan dari industri kita," ungkap Adhi.

Untuk informasi, dengan lebih dari 700 branded suppliers dari 38 negara dan target 23.000 pengunjung, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2024 diharapkan dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri pangan di Asia, khususnya dalam mempromosikan solusi pangan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. 

Serta, tren makanan sehat dan makanan halal juga menjadi bagian dari potensi ekonomi yang besar, dengan Indonesia berada pada peringkat kedua di Global Islamic Economy Index untuk industri makanan dan minuman halal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi peluang bagi para pelaku usaha makanan dan minuman, tetapi juga menunjukkan komitmen industri dalam mencapai keberlanjutan yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.