Akurat

Ekspor Naik 4,6 Persen di 2024, Kemenperin Genjot Industri Alat Olahraga

Dedi Hidayat | 21 September 2025, 15:17 WIB
Ekspor Naik 4,6 Persen di 2024, Kemenperin Genjot Industri Alat Olahraga

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian terus memacu pengembangan industri alat olahraga dalam negeri karena sektor ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional dan dapat berdaya saing di kancah global. 

Dalam 5 tahun terakhir, Indonesia memeroleh surplus perdagangan dari sumbangsih sektor industri alat olahraga, bahkan saat ini Indonesia berada di peringkat ke-24 dunia dalam kontribusi ekspor alat olahraga.

“Pada tahun 2024, nilai ekspor alat olahraga kita meningkat 4,6 persen dibandingkan tahun 2023. Negara tujuan utama ekspor Indonesia meliputi Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, dan Belanda,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dilansir laman Kemenperin, Minggu (21/9/2025).

Baca Juga: Kemenperin Gandeng TMMIN Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Berkelanjutan

Data Trademap.org menunjukkan, mayoritas produk alat olahraga yang diekspor Indonesia berupa sarung tangan olahraga, bola golf, joran pancing, bola tiup, serta peralatan senam/gimnastik dan atletik. 

Sementara itu, data Euromonitor dan Ken Research menyebutkan, estimasi nilai pasar domestik produk alat olahraga buatan lokal mencapai Rp2,3 triliun, dengan penjualan tertinggi merupakan perlengkapan sepak bola.

Hal ini, kata Agus menunjukkan bahwa industri olahraga kita memiliki potensi yang besar, namun masih memerlukan kerja keras untuk dapat terus meningkatkan daya saing dan posisi Indonesia di pasar global. 

“Artinya, industri alat olahraga bukan hanya mendukung sektor ekspor, tetapi juga menjadi penopang penting penciptaan lapangan kerja di dalam negeri,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengungkapkan jika ditilik dari Data Industri Alat Olahraga SIINas tahun 2025 dan Direktori Industri Besar Sedang BPS tahun 2024, jumah industri alat olahraga di Indonesia mencapai 128 unit usaha, dengan total tenaga kerja hingga 15.663 orang. 

Adapun jumlah sentra IKM alat olahraga sebanyak delapan titik yang tersebar di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. “Saat ini sudah mulai berkembang ke Riau, Sumatera Utara dan Bali,” ujarnya.

Dengan potensi tersebut, lanjut Reni, Kemenperin aktif mendorong ekosistem industri alat olahraga agar kinerjanya semakin melesat dan berdaya saing global. “Kami ingin terus memastikan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga dapat memainkan peran sebagai produsen utama alat olahraga yang berdaya saing global,” imbuhnya.

Kendati demikian, Dirjen IKMA menyadari beragam tantangan yang harus dihadapi oleh para pelaku usaha industri olahraga untuk mampu menembus pasar internasional. 

Seperti kuatnya dominasi merek internasional di pasar domestik dengan persepsi kualitas dan afiliasi sponsor global, promosi produk dalam negeri yang masih terbatas. “Hingga belum adanya pameran industri olahraga yang rutin atau reguler dan berskala besar,” terang Reni. 

Oleh sebab itu, lanjut Reni, pemerintah memerlukan kerja sama yang erat dengan berbagai kementerian dan lembaga, asosiasi olahraga, hingga pelaku industri untuk memperkuat pengembangan sektor industri olahraga nasional.  “Kita mesti maju bersama, agar produk dalam negeri mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.