Akurat

Manajemen Sritex Bantah Isu Bangkrut

Silvia Nur Fajri | 24 Juni 2024, 20:30 WIB
Manajemen Sritex Bantah Isu Bangkrut

AKURAT.CO PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), yang lebih dikenal dengan nama Sritex, mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi kabar tentang kemungkinan bangkrutnya perusahaan tersebut.

Direktur Keuangan Sritex, Welly Salam, dengan tegas membantah adanya spekulasi tentang pailit perusahaan, menyatakan bahwa Sritex masih beroperasi dan telah menyelesaikan proses restrukturisasi melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Namun, Welly juga mengakui bahwa kinerja perusahaan mengalami penurunan signifikan akibat berbagai faktor eksternal. "Penurunan pendapatan secara drastis disebabkan oleh dampak Covid-19 dan persaingan ketat di pasar tekstil global," ujar Welly dalam keterangannya, Senin (24/6/2024).

Baca Juga: Sidang Suap Bansos, Vendor Diminta Beli Goodybag dari PT Sritex

Salah satu permasalahan utama yang dihadapi Sritex adalah over-suplai tekstil dari China yang mengakibatkan penurunan harga akibat dumping produk. Hal ini menjadi tantangan serius bagi Sritex, terutama karena sebagian besar produk dumping tersebut mengarah ke pasar di luar Eropa dan China yang memiliki aturan impor yang lebih longgar, termasuk Indonesia.

Menanggapi kabar tersebut, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi mendalam terkait situasi yang dihadapi oleh Sritex. "Kita perlu mempelajari secara seksama penyebab potensi bangkrutnya Sritex. Kita harus memahami model bisnis dari grup Sritex," kata Agus.

Selain itu, Agus juga menyatakan bahwa saat ini belum dapat dipastikan secara pasti alasan di balik penurunan kinerja perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara ini. "Apakah masalahnya murni terkait dengan industri tekstil atau ada masalah lain yang dihadapi oleh pusat," ujarnya.

Lebih lanjut, Agus menyinggung tentang dampak pelemahan rupiah terhadap dolar AS terhadap sektor manufaktur secara umum di Indonesia. "Meskipun ada tantangan, ketahanan sektor manufaktur kita tetap tinggi," tambah Agus.

Dengan demikian, situasi Sritex tetap menjadi perhatian khusus baik dari pihak perusahaan sendiri maupun dari pemerintah untuk menemukan solusi terbaik dalam menghadapi tantangan yang dihadapi di pasar global saat ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.