Akurat

BUMN Diminta Kelola PMN Dengan Efektif

Demi Ermansyah | 21 Juni 2024, 16:03 WIB
BUMN Diminta Kelola PMN Dengan Efektif

AKURAT.CO Wakil Ketua Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI Hendrawan Supratikno menilai sangat penting bagi perusahaan BUMN penerima penyertaan modal negara (PMN) agar efektif dan optimal mengelola pendanaan yang disalurkan.

Kususnya bagi perusahaan yang memegang peran dalam percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN), Tak terkecuali PT Pelindo (Persero).

Menurut Hendrawan, perusahaan tersebut juga perlu mengelola pendanaan PMN dalam rangka pengembangan Pelabuhan Benoa secara efektif, efisien dan optimal. Terlebih Pelabuhan Benoa merupakan salah satu pintu masuk internasional yang berperan penting terhadap ekosistem wisata dan ekonomi Bali.

Baca Juga: PMN Bukan Langkah Tepat Penyehatan LPEI

"Khususnya untuk Pelabuhan Benoa menjadi Pelabuhan yang berdaya saing internasional, sebagai pintu masuk dari pengembangan pariwisata dan ekosistem pariwisata di Bali dan pulau-pulau sekitarnya," ucapnya melalui lansiran laman resmi DPR RI.

Melihat perkembangan dari pengembangan Pelabuhan Benoa yang prospektif, ia optimis berharap Pelabuhan tersebut di tahun 2026 dapat menerima kapal lebih banyak. Bila hal itu dapat terealisasi, maka Indonesia dapat menjadi salah satu destinasi wisata top dan menjadi sorotan dari radar wisatawan internasional.

"Bahkan diperkirakan bisa sampai 6 ribu kapal sandar per tahun, dan dari 6 ribu itu sebagian merupakan kapal yang berdaya tampung 3-4 ribu orang," ucapnya.

Dalam hal ini ia menegaskan bahwa DPR mendukung PNM dan penggunaannya dalam pengembangan Pelabuhan Benoa. "Kami lihat cukup bagus antara perkembangan fisik dengan realisasi anggarannya. Perkembangan fisiknya bahkan lebih cepat. Itu bagus, artinya penggunaanya cukup efektif dan keuangan Pelindo sendiri pasca holdingisasi meningkat baik," jelasnya. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.