Akurat

Merger BUMN Logistik Mandek, ASDP Akui Masih Tunggu Arahan

Andi Syafriadi | 16 Desember 2025, 19:00 WIB
Merger BUMN Logistik Mandek, ASDP Akui Masih Tunggu Arahan

AKURAT.CO PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) buka suara soal wacana penggabungan atau merger Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor logistik, termasuk kemungkinan merger ASDP dengan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima pembaruan lanjutan dari Danantara selaku pihak yang berwenang dalam pengambilan keputusan strategis BUMN.

“kalau kita itu karena BUMN kita tentunya akan mengikuti apa yang menjadi keputusan dari Danantara,” kata Heru saat ditemui di kantornya dikutip, Selasa (16/12/2025).

Baca Juga: Hadapi Lonjakan Nataru, ASDP Terapkan SOP Khusus Mobil Listrik

Heru menjelaskan, sebelumnya terdapat wacana penggabungan sejumlah BUMN di klaster logistik yang melibatkan ASDP, PELNI, PT Pelindo, serta PT Pos Indonesia. Namun, pembahasan tersebut belum berlanjut hingga kini.

“Tetapi memang sampai saat ini kita belum mendapatkan update kembali terkait dengan merger beberapa BUMN yang masuk dalam klaster logistik ya termasuk kemarin itu kan ada ASDP kemudian PELNI, Pelindo dan kalau tidak salah PT Pos,” tambahnya.

Menurut Heru, sebagai perusahaan pelat merah, ASDP pada prinsipnya akan mengikuti arah kebijakan dan keputusan pemegang saham, terlepas dari bentuk korporasi yang nantinya diputuskan.

Terkait waktu pembahasan terakhir maupun target pelaksanaan merger, Heru mengaku tidak memiliki informasi lebih lanjut. Ia menegaskan bahwa seluruh keputusan strategis tersebut berada di tangan pemegang saham.

“Kita masih menunggu nanti update dari Danantara prinsipnya kita ikut. Kalau targetnya tanya Danantara jangan tanya kita,” tutur Heru.

Adapun, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus mendorong langkah strategis untuk memperkuat daya saing dan efisiensi perusahaan-perusahaan milik negara.

Salah satu fokus utamanya adalah konsolidasi BUMN yang ditargetkan menyusutkan jumlahnya dari 47 menjadi 30 perusahaan.

Baca Juga: Arus Nataru 2025/2026 Diprediksi Naik, ASDP Siapkan 20.943 Trip Ferry

Upaya ini termasuk rencana merger PT Kereta Api Indonesia (KAI) dengan PT Industri Kereta Api (INKA), serta sinergi antara Pelindo, Pelni, dan ASDP di sektor maritim.

Menteri Badan Usaha MIlik Negara (BUMN) saat itu, Erick Thohir menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari program besar kementeriannya dalam lima tahun ke depan.

"Ada 45 program yang kita dorong untuk lima tahun mendatang, termasuk konsolidasi BUMN menjadi 30 perusahaan. Salah satunya adalah penggabungan KAI dan INKA. Namun, ini memerlukan kajian mendalam dan waktu yang cukup panjang," ujar Erick saat ditemui di Jakarta, Selasa (24/12/2024).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.