SMF Pastikan Bunga Subsidi KPR Tetap 5 Persen Meski BI Rate Naik

AKURAT.CO Meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate menjadi 6,25%, suku bunga kredit perumahan rakyat (KPR) bersubsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) tetap tidak akan berubah.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Keuangan & Operasional PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Persero, Bonai Subiakto.
"Untuk suku bunga tetap di 5 persen untuk KPR subsidi, jadi meski ada kenaikan suku bunga, tetap KPR subsidi FLPP 5 persen," katanya dalam acara Press Tour Kementerian Keuangan di Gunung Kidul, Yogyakarta, Jumat (3/5/2024).
Baca Juga: Kejar Penyaluran KPR Syariah Rp1 T di 2024, Begini Strategi Danamon
Selanjutnya, ia juga menjamin bahwa kenaikan suku bunga acuan tidak akan berdampak pada kinerja perseroan karena SMF berperan sebagai lembaga pembiayaan sekunder.
"Biasanya impact (suku bunga naik) tidak langsung, berdasarkan historis, ini akan dialami oleh teman-teman di lembaga pembiayaan primer, setelah waktu tertentu baru akan dampak ke pembiayaan sekunder," jelasnya.
Selama periode 2006 hingga 2023, total akumulasi aliran dana SMF dari pasar modal ke pasar pembiayaan primer perumahan telah mencapai Rp103,75 triliun.
Rincian jumlah tersebut mencakup akumulasi penyaluran pinjaman dan pembelian KPR sebesar Rp89,54 triliun, serta akumulasi transaksi sekuritisasi sebesar Rp14,21 triliun.
Pembiayaan secara akumulasi telah disalurkan kepada sebanyak 2,02 juta debitur, dengan 57,9% di antaranya berupa pinjaman, 29,39% KPR FLPP, 12,6% sekuritisasi, dan 0,06% pembelian KPR.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










