Emas Dunia Ditaksir Tembus USD2.350 per Troyounce di April 2024, Ini Sebabnya

AKURAT.CO Pada penutupan pasar Jumat malam, 5 April 2024 pukul 23.59 WIB, harga emas dunia mencapai level USD2.329 dolar per troyounce.
Namun demikian, diprediksi harga emas akan melanjutkan penguatan lebih jauh di April 2024 seiring pergerakan yang disertai dengan gejolak geopolitik yang signifikan. Hal tersebut diungkapkan oleh Pengamat Pasar Uang dan Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi.
"Penguatan dolar ini rupanya bersamaan dengan tensi politik di Timur Tengah, di mana kemungkinan akan terjadi pembalasan atas tewasnya dua jenderal di konsulat Suriah. Sementara itu, Israel juga menantang dengan tindakan terbuka, sementara Mesir dan Palestina mulai bergerak menuju potensi konflik terbuka," kata Ibrahim kepada awak media, Sabtu (6/4/2024).
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp4 Ribu ke Rp1,279 Juta per Gram
Analisis Ibrahim juga mengindikasikan bahwa harga emas dunia pada akhir tahun kemungkinan hanya akan mencapai USD2.350 dolar per troyounce. Namun, dengan situasi yang semakin memanas di Timur Tengah, ia memperkirakan bahwa angka tersebut bisa tercapai lebih cepat, mungkin pada bulan April.
"Pasar-pasar besar di Eropa, Amerika, dan Asia telah memasang posisi untuk mengambil keuntungan pada angka 2.350 dolar AS dolar," jelasnya.
Di sisi lain, jika situasi geopolitik mereda pada bulan Mei, dengan gencatan senjata dan potensi perdamaian, harga emas dunia bisa turun drastis, bahkan mencapai USD2.100 dolar per troounce.
Namun, menyoroti kompleksitas pasar emas yang dipengaruhi oleh faktor-faktor geopolitik dan kebijakan moneter. Meskipun penurunan suku bunga bank sentral dapat melemahkan dolar, Ibrahim menekankan bahwa geopolitik tetap menjadi pendorong utama.
Dalam konteks kondisi politik di Timur Tengah dan permintaan minyak global yang tinggi, harga minyak dapat naik drastis, mengurangi ketersediaan dana untuk investasi emas.
Meskipun proyeksi harga emas mencapai USD2.350 dolar pada bulan April, kemungkinan kenaikan tersebut bisa dibatasi oleh faktor-faktor politik dan ekonomi global yang berkelanjutan.
"Dengan kondisi politik di Timur Tengah dan permintaan minyak global yang tinggi, harga minyak bisa naik drastis, mengurangi ketersediaan dana untuk investasi emas," tambah Ibrahim.
Sementara itu, melihat ke depan, Ibrahim menyarankan para investor untuk memantau secara cermat perkembangan politik global, terutama di Timur Tengah, serta kebijakan suku bunga bank sentral, sebagai faktor utama yang akan memengaruhi harga emas dunia di masa mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










