Efisiensi Biaya, 5 Raksasa Teknologi Ini PHK Ratusan Lebih Karyawan

AKURAT.CO Perusahaan besar di sektor teknologi atau raksasa teknologi (big tech company) seperti Google, TikTok, dan beberapa perusahaan lainnya memutuskan untuk melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawannya.
Keputusan perusahaan PHK karyawannya adalah untuk melakukan efisiensi atau pemotongan biaya.
Berikut lima perusahaan besar PHK karyawannya yang dirangkum dari berbagai sumber, Kamis (01/2/2024).
Baca Juga: Xendit Bakal PHK 25 Persen Karyawan
1. Google
Setelah pernah beberapa waktu lalu melakukan PHK terhadap karyawannya, Google kini kembali melakukan PHK terhadap ratusan hingga ribuan karyawannya lagi. Alasan utama PHK tersebut adalah karena langkah penghematan biaya. Pasalnya, PHK pasca-pandemi Covid-19 ini terus menimpa industri perekonomian dan juga teknologi.
Menurut The Verge, Google menghabiskan lebih dari USD2,1 miliar untuk pesangon dan biaya lainnya ke 12.000 karyawan yang di-PHK selama tahun 2023. Dan biaya PHK terus bertambah dimana hanya dalam satu bulan di tahun 2024 ini, perusahaan telah menghabiskan USD700 juta untuk biaya pesangon yang menargetkan lebih dari 1.000 karyawan untuk di-PHK.
2. TikTok
TikTok diketahui melakukan PHK terhadap 60 karyawannya. Porsi karyawan yang terkena PHK sekitar 1% dari sekitar 7.000 staf perusahaan yang ada di Amerika Serikat. Keputusan PHK tersebut merupakan pemangkasan yang lebih kecil yang dilakukan akhir-akhir ini oleh para perusahaan teknologi besar.
3. Amazon
Amazon merupakan perusahaan e-commerce besar asal Amerika Serikat yang telah memecat ratusan karyawannya juga. Diketahui pemecatan tersebut dilakukan terhadap orang di divisi yang bertanggung jawab atas aktivitas asisten Alexa dan juga pada unit musik. Alasan PHK tersebut karena Amazon ingin memangkas biaya setelah berekspansi cepat selama pandemi.
Menurut Yahoo Finance, Amazon sejak kuartal III-2022 lalu telah melakukan PHK terhadap 27.500 karyawan termasuk PHK karyawan Twitch di Januari 2024.
4. Microsoft
Microsoft akan melakukan PHK terhadap 1.900 karyawan di seluruh divisi Microsoft Gaming atau Video Game. Pemangkasan tersebut mewakili sekitar 8% dari 22.000 game Microsoft. Selain itu, Microsoft juga memastikan akan menghadirkan lebih banyak game kepada pemain di seluruh dunia.
5. Lazada
Lazada diketahui melakukan PHK terhadap karyawannya di Asia Tenggara. Perusahaan tidak ingin mengungkapkan berapa jumlah karyawan yang terdampak dan belum detail negara mana saja yang terkena dampak pemecatan. Seperti diketahui juga, bisnis di Asia Tenggara ini menyaingi ketat dari Shopee yang berbasis di Singapura dan Tokopedia di Indonesia.
Menurut The Edge, Lazada tiba-tiba memberhentikan lebih dari 100 karyawan pada tanggal 3 Januari 2024, dengan perkiraan pengamat bahwa PHK Lazada akan membidik hingga 30% dari seluruh karyawan regionalnya, termasuk manajemen senior di negara-negara seperti Singapura dan Malaysia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








