Akurat

Google Sebut Ekonomi Digital RI Tumbuh 14 Persen di 2025, Tembus Hampir USD100 Miliar

Hefriday | 13 November 2025, 17:52 WIB
Google Sebut Ekonomi Digital RI Tumbuh 14 Persen di 2025, Tembus Hampir USD100 Miliar

AKURAT.CO Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlanjut, Indonesia justru menunjukkan ketahanan luar biasa melalui pertumbuhan ekonomi digital yang kian pesat. 

Hal ini disampaikan oleh Country Director Google Indonesia, Veronica Utami,dalam paparannya disebutkan bahwa melalui laporan e-Conomy SEA 2025 hasil kolaborasi Google, Temasek, dan Bain & Company mencatat, ekonomi digital Indonesia tumbuh 14% dibandingkan tahun lalu dan kini mencapai nilai transaksi bruto (GMV) hampir USD100 miliar.
 
“Indonesia masih menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara,” ujar Veronica di kantor Google Indonesia, Jakarta, Kamis (13/11/2025).

Pendorong Utama


Menurut Veronica, pertumbuhan ini didorong oleh sektor-sektor kunci yang mencatatkan kinerja positif dengan kenaikan dua digit. Dari seluruh sektor tersebut, e-commerce masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total GMV nasional.
 
Baca Juga: Sumbang Pajak Rp1,71 Triliun, Kripto Jadi Tulang Punggung Ekonomi Digital

“Sektor e-commerce tumbuh lebih dari 14 persen, mencapai SUD71 miliar. Ini lonjakan signifikan dibanding tahun sebelumnya, utamanya karena pesatnya pertumbuhan video commerce,” jelasnya.

Selain e-commerce, sektor transportasi online dan layanan pengantaran makanan turut memperkuat struktur ekonomi digital nasional. Keduanya mencatatkan pertumbuhan 13% secara tahunan dan menghasilkan nilai ekonomi hingga USD10 miliar.

“Angka ini menunjukkan adanya ketahanan luar biasa dalam perilaku konsumen Indonesia yang kini semakin digital,” tambah Veronica.

Sektor media online, termasuk periklanan digital, gim, serta layanan musik dan video berlangganan, juga mengalami percepatan. Pertumbuhannya mencapai 16 persen, dengan nilai sekitar USD9 miliar.

“Media online kini menjadi salah satu sektor dengan laju tercepat, hampir menyamai nilai transportasi online dan layanan pesan-antar,” kata Veronica.

Laporan tersebut menegaskan, ekspansi ekonomi digital Indonesia tidak hanya ditopang konsumsi masyarakat, tetapi juga dukungan ekosistem digital yang semakin matang, mulai dari penetrasi internet, pembayaran digital, hingga inklusi keuangan.

“Penting bagi semua pemangku kepentingan untuk menjaga momentum ini agar Indonesia terus menjadi pusat gravitasi ekonomi digital di Asia Tenggara,” tukas Veronica.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa