Akurat

Normalisasi, Asosiasi Perkirakan Penjualan Alat Berat 2024 Turun 25 Persen

M. Rahman | 31 Januari 2024, 16:34 WIB
Normalisasi, Asosiasi Perkirakan Penjualan Alat Berat 2024 Turun 25 Persen

AKURAT.CO Asosiasi menaksir penjualan alat berat tahun 2024 masih akan lesu. Diperkirakan, penjualan alat berat tahun ini hanya mencapai 13.593 unit atau turun 25% dari capaian tahun lalu sebesar 18.123 unit.

Ketua Umum Perhimpunan Agen Tunggal Alat Berat Indonesia (PAABI), Etot Listyono mengatakan lazimnya di tahun pemilu, penjualan alat berat khususnya ke sektor konstruksi akan terdampak mengingat banyak investor yang wait and see kebijakan pemerintah terpilih selanjutnya.

"2 minggu ke depan mau election ya jadi biasanya siklusnya pas pemilu itu 6 bulan sebelum dan sesudahnya sektor-sektor ini sangat terpengaruh, banyak yang menahan investasi, menahan untuk membangun infrastruktur meskipun projectnya sudah direncanakan," kata Etot di sela Bincang PERSpektif bertajuk Transformasi Digital untuk Performa Bisnis Optimal oleh PT Trakindo Utama di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Baca Juga: Trakindo Ungkap Transformasi Digital di Alat Berat Untungkan Industri

Sementara penjualan alat berat ke sektor tambang juga bakal turun lantaran dipengaruhi harga batu bara yang masih di zona merah, khususnya batu bara medium 4.200 kcal per kg GAR. Hal ini membuat rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) operasi tambang perlu disesuaikan.

"Sektor tambang permintaannya lebih banyak ke refreshment masih turun harganya. Jadi indikasi peningkatan produksi batu bara belum terlihat," imbuhnya. 

Adapun penjualan alat berat ke sektor forestry agro atau kehutanan, dengan pangsa sekitar 13% relatif masih akan stabil. Mengingat tahun ini juga tidak ada perluasan lahan dan hanya maintenance oleh perusahaan perkebunan.

Menurut Etot, penjualan tahun 2024 yang dirediksi melemah melanjutkan tren di 2023 dimana penjualan alat berat juga susut 10,7% dari 20.293 unit di 2022 menjadi 18.123 unit di 2022.

Sebelumnya penjualan alat berat cenderung naik lantaran kondisi harga yang tinggi dan abnormal menyusul perang Rusia-Ukraina. Penjualan alat berat di 2019 mencapai 10.459 unit, sempat turun ke 7.238 unit di 2020, nemun melonjak ke 14.567 unit di 2021 dan kembali lompat ke 20.293 unit di 2022.

"Jadi yang sebelumnya itu sebenarnya abnormal. Kalau sekarang sudah mulai normal lagi," ujarnya.

Etot juga menyarankan adopsi digital ke perusahaan alat berat demi efisiensi biaya. Meski hampir semua yang melayani sektor tambang sudah adopsi digital, tapi sektor konstruksi dan forestry agro belum. 

"Untuk sektor mining pasarnya majority sudah adopsi digital yah, mau enggak mau karena di mining itu kan lebih spesifik dan customer mereka very oriented dibandingkan ritel. Tapi artinya kita harus lakukan efisiensi. Jadi transformasi digital ini ujung-ujungnya adalah bagaimana kita bisa memberikan impact, khususnya dengan kondisi saat ini adalah financial impact," ujarnya.

Senada, Manager Digital & Information Technology Trakindo, Ari Widayanti mengakui transformasi digital berdampak positif ke bisnis perusahaan. Dikatakan, Trakindo mengakselerasi transformasi digital terutama di tahun 2023 lalu, active online customer tumbuh lebih dari 65% dan retaining existing online customer lebih dari 80% serta teramplifikasi ke online transaction yang tumbuh lebih dari 100%.

"Soal RoI memang solusi digital ada yang langsung terlihat tapi mostly jangka panjang. Data yang memang sudah terkumpul bertahun-tahun itu kan baru bisa bermaksa setelah diolah jadi insight dan dipakai jadi decision. RoI bisa diukur salah satunya saat kita sharing atau mengedukasi pelanggan apa saja benefit yang bisa didapatkan dari sebuah solusi," ungkapnya.

Solusi yang ditawarka ke pelanggan, lanjutnya, tergantung lokasi site maupun jenis fleet yang mereka gunakan. Misalnya solusi fleet management systemuntuk pelanggan yang memang memiliki fleet besar, atau solusi autonomous untuk lokasi terkait safety.

"Jadi biasanya untuk masing-masing pelanggan kita coba tawarkan solusi yang memang tepat pakai. Biasanya solusinya kita sesuaikan dengan kebutuhan pelanggan," imbuhnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa