Dampak El Nino, Harga Beras Naik Yang Mengakibatkan Inflasi Oktober 2023 Meningkat

AKURAT.CO Penyumbang utama inflasi pada Oktober 2023 adalah kenaikan harga pangan yang ditunjukkan dengan inflasi tahunan sebesar 5,4 persen (yoy) pada kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau yang berkontribusi terhadap inflasi Oktober sebesar 1,39 persen.
Berdasarkan Laporan LPEM FEB UI seri analisis makroekonomi, kisaran target bank sentral dan sesuai ekspektasi pasar, inflasi umum tercatat sebesar 2,56 persen (yoy) pada Oktober 2023, sedikit meningkat dibandingkan September 2023 sebesar 2,28 persen (yoy).
Kemudian dampak fenomena El Nino, produksi beras menjadi terganggu yang menyebabkan tekanan inflasi sedikit meningkat menjadi 2,56 persen (yoy) terhadap inflasi umum.
Selain itu, harga barang menjadi bergejolak yang mengindikasikan kenaikan harga sebesar 5,54 persen (yoy) pada Oktober 2023 dan terus mengalami tren peningkatan sejak Agustus 2023, terutama didorong oleh dari kenaikan harga beras.
Baca Juga: Pemeriksaan Kesehatan Gratis Kepada Ibu-ibu Jadi Aksi Sosial Komunitas Warung Tegal Indonesia
Kenaikan harga beras yang disebabkan oleh fenomena El Nino ini, menyebabkan terganggu produksi beras baik di dalam negeri maupun global.
Mengingat konsumsi beras sulit turun walaupun ketika harga meningkat, Pemerintah Indonesia melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) akan mengimpor beras tambahan 1,5 juta ton di luar 2 juta ton beras yang telah disepakati sebelumnya.
Adapun total impor beras yang dilakukan pemerintah sebanyak 3,5 juta ton. Lebih merinci, 2 juta ton beras yang disepakati sebelumnya untuk menjaga stok beras nasional pada tahun 2023. Sedangkan 1,5 juta ton selanjutnya diharapkan akan tiba pada pertengahan Januari 2024.
Secara bulanan, harga barang yang bergejolak ini mengalami inflasi lebih rendah pada Oktober 2023 sebesar 0,21 persen (mtm) dibandingkan September 2023 sebesar 0,37 persen (mtm).
Baca Juga: Karya Anak Bangsa 'A Space For The Unbound' Masuk Nominasi Penghargaan Dunia The Game Awards 2023
Walaupun inflasi harga beras pada September 2023 lebih tinggi, tetapi dibulan yang sama harga telur ayam ras dan minyak goreng terus menurun yang didorong dari pasokan yang mencukupi.
Sementara di tingkat komoditas penyumbang inflasi secara bulanan terbesar adalah beras dengan andil inflasi 0,06 persen, bensin 0,04 persen, cabai rawit 0,03 persen, dan tarif angkutan udara 0,02 persen.
Sebagai tambahan, kenaikan harga tiket pesawat tersebut disebabkan kenaikan dari bahan bakar penerbangan yang juga mempengaruhi kenaikan inflasi harga yang diatur oleh pemerintah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini











