Akurat

Wamenkominfo Sebut Transformasi Digital Butuh Suplai Energi

Aris Rismawan | 14 November 2023, 21:35 WIB
Wamenkominfo Sebut Transformasi Digital Butuh Suplai Energi

AKURAT.CO Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo), Nezar Patria mengatakan bahwa pemerintah terus mendukung dan berkomitmen dalam transisi energi agar Indonesia tidak hanya menjadi konsumen teknologi dan Sumber Daya Manusia (SDM) dari luar negeri.

Hal tersebut disampaikannya di Hari Listrik Nasional (HLN) ke-78 Enlit Asia 2023 di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang BSD yang mewakili Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

"Program transisi energi akan terus kami dukung, tentu dengan meningkatkan kapasitas nasionalnya juga. Kami juga mendukung penuh transisi energi untuk mempercepat transformasi digital Indonesia yang berkelanjutan," kata Wamenkominfo Nezar di Tangerang, Selasa (14/11/2023).

Baca Juga: Dirut PLN Sebut Transisi Energi Penuh Tantangan Dari Sisi Kebijakan, Strategi Dan Risiko Investasi

Wamenkominfo menambahkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa pemanfaatan berbagai potensi Energi baru Terbarukan (EBT) di Indonesia yang melimpah seperti energi surya, angin, air, arus laut, hingga bioenergy yang mencapai 3.600 Gigawatt.

“Indonesia memiliki cadangan EBT nomor dua terbesar di dunia. Kominfo tentu berkomitmen untuk terus membantu diseminasi informasi tekait transisi energi,” ucap Nezar.

Indonesia saat ini memiliki target EBT 23% di tahun 2025 yang membutuhkan kerja kolaboratif, baik, perusahaan listrik dan energi, hingga masyarakat.

“jadi kita tahu transformasi digital membutuhkan support energi yang cukup besar, handal, berkelanjutan dan tentu saja dengan komitmen energi hijau,” ungkap Wamenkominfo.

Sehingga, Nezar menekankan bahwa jalan menuju transformasi energi bukanlah yang mudah, tapi yang membutuhkan banyak kooperasi, kolaborasi, inovasi, dan teknologi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.