Akurat

Beda Pernyataan Luhut dan Bahlil Soal Penghapusan BBM Subsidi di 2027

Camelia Rosa | 22 Februari 2025, 18:14 WIB
Beda Pernyataan Luhut dan Bahlil Soal Penghapusan BBM Subsidi di 2027

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menanggapi pernyataan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan yang menyatakan bahwa tidak akan lagi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi dalam dua tahun ke depan atau 2027. 

Bahlil menegaskan bahwasanya, BBM subsidi masih akan ada hingga 2027 mendatang. Meski pemerintah memang akan melalukan pembatasan BBM subdidi secara penuh namun Bahlil mengakui, hingga kini pemerintah masih melakukan hitung-hitungan mekanisme tersebut. 
 
"Saya tidak bisa mengomentari hal yang saya tidak tahu. Setahu saya masih menghitung itu, masih tetap ada (BBM subsidi), dan nanti kami laporkan secara internal," jelas Bahlil ketika ditemui di kantornya Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/2/2025).
 
Bahlil juga mengungkapkan bahwa kemungkinan skema yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan BBM subsidi agar tepat sasaran yakni blending atau campuran dalam mendistribusikannya. Blending berarti, sebagian subsidi disalurkan dalam bentuk barang dan sisanya berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). 
 
 
"Skema kita lagi tunggu waktu aja. Saya kan sudah bilang, tunggu waktu. Dan kemungkinan akan potensi salah satu di antara alternatif yang sudah hampir mendekati keputusan itu adalah blending. Nah tunggu saja waktunya ya," tukasnya. 
 
Sebelumnya, Luhut menyebutkan bahwa kebijakan BBM Satu Harga bisa diwujudukan dalam dua tahun ke depan atau 2027. 
 
"Saya berpikir dan menyampaikan kepada Presiden (Prabowo) bahwa dalam dua tahun ke depan, kita mungkin bisa mencapai harga tunggal tanpa susbidi untuk bahan bakar seperti bensin maupun solar," jelas Luhut di Jakarta, Kamis (19/2/2025). 
 
Menurut Luhut, dengan melakukan hal tersebut maka pemerintah bisa menghemat anggaran lagi hingga triliunan rupiah. 
 
"Subsidi akan diberikan langsung kepada orang yang berhak, bukan kepada barang. Jadi menurut saya itu lah yang terbaik sehingga kita bisa menghemat miliaran dolar lagi," urainya. 
 
Luhut juga menilai, pemerintah juga akan menggunakan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dalam membantu distribusi subsidi energi agar tepat sasaran. 
 
"Kita punya teknologi sekarang. AI itu sangat bagus sehingga Pertamina bisa mengidentifikasi apakah mobil dengan nomor ini memenuhi syarat untuk menerima jenis bensin ini, kendaraan ini memenuhi syarat, yang ini tidak memenuhi syarat, atau semacamnya. Saya rasa ini akan berhasil," tukas Luhut. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.